Studi Banding Pengelolaan BUMDes, P-APDESI Ajak Peserta Bimtek Kunjungi Desa Cibodas

 

BANDUNG – Hari kedua menjalani Pelatihan Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), di Bandung, Jawa Barat, sekitar 147 perangkat kampung yang berasal dari 42 kampung di Berau, Kamis (1/12/2016) kemarin, mengunjungi Desa Cibodas, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Kunjungan ke desa yang terkenal sebagai desa distributor sayur-mayur hingga ke luar negeri tersebut, dikatakan Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Kampung, Sudirman, merupakan langkah konkrit pemerintah kampung yang ada di Kabupaten Berau untuk mulai menyelenggarakan BUMDes di masing-masing kampung.

BACA JUGAWujudkan Desa Emas Melalui BUMDes

Meski banyak perbedaan antara Berau dan Bandung, baik dari segi geografis, sumber daya alam maupun sosialnya, namun kunjungan tersebut bukan semata-mata mencontoh apa yang ada di Desa Cibodas, melainkan mengikuti langkah yang diambil desa tersebut dalam menjalankan BUMDes untuk kesejahteraan dan peningkatan ekonomi desa.

 

"Kita tahu daerah kita sangat jauh berbeda dengan Desa Cibodas, tapi kita bisa mengambil contoh untuk ilmu dan semangat yang bisa diterapkan di desa kita masing-masing agar desa di Berau tidak tertinggal oleh desa lainnya. Bagaimana caranya kita mengelola dengan mengadopsi, meniru dan kemudian memodifikasinya sesuai dengan karakteristik desa yang kita miliki. Dan yang paling penting adalah melaksanakannya," ungkapnya saat memberikan sambutan di Balai Desa Cibodas.

BACA JUGA : Peserta Bimtek BUMDes, Berguru Ke Cibodas

Yuyu Wahyu, Sekretaris Desa Cibodas, yang mewakili Dindin Sukaya, Kepala Desa Cibodas, juga menceritakan secara ringkas terkait profil desa mereka kepada rombongan peserta pelatihan.

Di desa yang terletak 1.260 mdpl (meter di atas permukaan laut) tersebut mempunyai luas wilayah 1.273,4 hektar. Mayoritas penduduknya merupakan petani dan peternak. Kondisi tanah yang subur memungkinkan segala jenis sayuran tumbuh subur di desa yang mayoritas etnis sunda tersebut.

“Sayur mayur yang ada di desa kami banyak sekali jenisnya. Ini kemudian dikembangkan warga untuk memenuhi kebutuhan di sejumlah supermarket seputar Jabodetabek dan dikirim ke beberapa negara di Asia, ” ujarnya.

 

Dengan potensi sumber air yang juga mudah diperoleh, pemerintah desa membentuk BUMDes dibidang pengelolaan air bersih. Saat ini BUMDes tersebut telah berkembang hingga melahirkan unit usaha baru seperti pengolahan kios desa dengan memberlakukan sistem sewa kepada warga.

"BUMDes sangat membantu meningkatkan PAD Desa Cibodas. Melalui BUMDes kami juga sudah bisa mandiri mengelola air bersih. Yang biasanya untuk air bersih ikut di PDAM, saat ini kami bisa menarik konsumen dari masyarakat desa semakin banyak," tandasnya.(Marta)