Kepala Kampung Sebut Talisayan Seperti Anak Tiri

 

TALISAYAN – Perayaan hari puncak buang nahas, Rabu (30/11/2016) lalu menjadi momen bagi Pemerintah Kampung Talisayan untuk menyampaikan berbagai persoalan yang kerap kali menjadi masalah bagi masyarat yang ada di kampung tersebut.

Kepala Kampung Talisayan, Yamsir, saat berpidato dihadapan sejumlah pejabat Pemkab Berau menyampaikan, Kampung Talisayan berharap diadakannya mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) untuk mengantisipasi terjadinya korban jiwa maupun material saat kebakaran terjadi. Padahal, angka kebakaran di wilayah Talisayan juga terbilang cukup tinggi.

Namun yang sangat disayangkannya, hingga kini armada damkar tersebut tak kunjung dipenuhi oleh Pemkab. Padahal, usulan setiap tahun dilayangkan pihaknya melalui Musrenbang. Tak kunjung jelasnya usulan tersebut membuat dirinya merasa jika Talisayan seperti dianaktirikan.

“Tiga kali sudah terjadi kebakaran, terakhir warga saya dua orang yang jadi korban. Kenapa kita tidak dibantu, dan mengapa kecamatan lain yang tergolong tidak rawan kebakaran malah dibantu. Jujur kita merasa dianaktirikan oleh Pemkab,” bebernya.

BACA JUGA : Horee.. Tiap Kecamatan Bakal Dapat Damkar

Disamping itu, dirinya juga menyinggung soal Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah yang tak kunjung jelas. Padahal, diungkapkannya setahun lalu Pemkab sudah membebaskan lahan untuk TPA tersebut seluas 4 hektar. Namun belum ada kejelasan kapan lahan tersebut dapat dimanfaatkan.

“Talisayan sangat luar biasa dalam produksi sampahnya. Hampir setiap hari kurang lebih 1,5 ton sampah, bahkan kami membeli truk dari ADK untuk mengangkut sampah itu ke lahan pembuangan sementara. Sementara lahan yang dibebaskan itu kita belum tahu kenapa sampai sekarang belum bisa gunakan,” jelasnya.

BACA JUGA : Tak Punya TPA, Sediakan Truk Angkut Sampah

Selain itu, dirinya juga menyinggung soal keluhan warganya tentang pembuatan KTP. Pasalnya, tidak sedikit warganya yang sampai saat ini masih belum mengurus KTP. Menurutnya, salah satu faktor yang menjadi kendala warga Talisayan dalam mengurus KTP adalah faktor biaya transportasi dan akomodasi.

“Untuk ukuran kalangan menengah sampai menengah ke atas tentu tidak masalah, tapi bagaimana jika warga kurang mampu, berapa biaya yang harus dikeluarkan, belum tentu juga jadi sehari. Untuk itu, kita mengharapkan, agar Disdukcapil dapat melakukan perekaman KTP, KK, dan Akte di wilayah pesisir, agar warga yang kurang mampu tidak mengalami kesulitan,” jelasnya.

BACA JUGA : Lagi, Dugaan Pungli Pembuatan KTP Terjadi

Yamsir juga menyampaikan, jika pihak Disdukcapil mengalami kendala dana dalam berkunjung ke Talisayan dalam rangka pelayanan, dirinya bersedia menanggung biaya operasional yang diperlukan.

“Insya Allah jika tidak bertentangan, akan kita anggarkan melalui ADK. Yang penting Disdukcapil mau datang kesini untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat kami,” pungkasnya.(Hendra Irawan)