Wujudkan Desa Emas Melalui BUMDes

 

BANDUNG – Dalam kegiatan Pelatihan Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang dilaksanakan Dewan Pimpinan Cabang Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (DPC P-Apdesi) Berau bersama Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Kampung (BPMPK) Berau, Rabu (30/11/2016) di Hotel Amaris Cihampelas, Bandung, Jawa Barat, menghadirkan pembicara dari Komite Ekonomi Industri Nasional (KEIN) Republik Indonesia, Arief Muftie.

Sesaat sebelum memaparkan sejumlah materi terkait pembangunan ekonomi melalui BUMDes, pria kelahiran Garut, 17 April 1955 tersebut, terlebih dulu menyuguhkan film pendek tentang keberadaan desa yang dulunya tertinggal dan kemudian menjadi berkembang dan maju melalui BUMDes yang dikelola oleh masyarakat desa sendiri.

Peserta yang hadir pun menyimak dengan seksama materi yang dipaparkan, setelahnya antusias memberikan beberapa pertanyaan terkait pengelolaan BUMDes.

BACA JUGA : BUMDes Sebagai Indikator Kemajuan Desa

Dalam meningkatkan perputaran roda ekonomi masyarakat desa melalui BUMDes, dikatakan Arief, harus ada sinergitas antara P-APDESI dengan perangkat desa dan masyarakat setempat. Jika terjalin dengan baik, dipastikan akan tercipta desa emas yang unggul dan memberikan kontribusi terhadap pemberdayaan serta kesejahteraan masyarakatnya.

Selain itu, untuk mewujudkan desa emas juga diperlukan 5 pilar penunjang, antara lain dengan membina akhlak, bina saudara, bina sinergitas, bina dana, serta bina pasar dan produk unggulan. Dengan 5 pilar tersebut, ia yakin akan terwujud desa yang unggul, salah satunya lewat BUMDes.

"Kita bisa katakan itu desa emas ketika desa tersebut mampu membuat ketahanan pangan, energi, lingkungan, dan sosialnya sendiri. Termasuk desa yang memiliki jiwa entrepreneur adalah desa emas. Jiwa entrepreneur itu bisa dituangkan dalam koperasi desa (kopdes) ataupun BUMDes," ujarnya.

Jika diminta untuk memberikan arahan terkait pembangunan BUMDes di desa-desa yang ada di Kabupaten Berau, ia mengaku siap untuk mengunjungi Berau.

Pelatihan yang dilaksanakan hingga Kamis besok (1/11/2016), rencananya juga akan diakhiri dengan mengunjungi Kampung Cibodas, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung, sebagai bentuk studi banding terkait BUMDes tersebut.(Marta)