Tanjung Batu Mendesak Listrik dan Air

PULAU DERAWAN – Listrik dan air bersih yang merupakan kebutuhan dasar, hingga saat ini belum sepenuhnya dinikmati masyarakat Berau. Apalagi bagi wilayah yang jauh dari Ibukota Kabupaten. Hal tersebut sebagaimana yang terjadi diwilayah pedalaman, bahkan ada yang terjadi di Ibukota Kecamatan. Contohnya, Kampung Tanjung Batu, yang menjadi Ibukota Kecamatan Pulau Derawan.

Camat Pulau Derawan, Kudarat, sempat menyampaikan harapannya terhadap pemerintah daerah agar ada kebijakan untuk pemenuhan listrik 24 jam di Tanjung Batu dengan segera.

“Seperti saat ini kami hanya bisa menikmati listrik ketika malam saja,“ ujarnya.

Melihat kondisi yang dihadapi saat ini, ia berharap agar Perusahan Listrik Negara (PLN) memperhatikan kondisi masyarakat khususnya wilayah pesisir Kecamatan Pulau Derawan yang kerap mengalami kondisi listrik hidup mati.

“Selain itu, kami juga harapkan listrik ini bisa hidup pagi hingga malam, kalau sekarang kan listrik hidup ketika malam saja,” katanya.

Alasan utama permintaan itu tak lain lantaran Kampung Tanjung Batu sebagai Ibukota Kecamatan, sekaligus gerbang wisata andalan Berau. Sebagai ibukota kecamatan, keterbatasan ini tentunya sangat menghambat percepatan pembangunan dan kurang mendukung upaya masyarakat.

“Ibukota kecamatan ini kan merupakan barometer untuk kampung-kampung yang lain dan sementara di ibukota Kecamatan sendiri tidak tersedia listrik siang dan malam. Hal ini tentunya perlu menjadi perhatian,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan, apabila nantinya listrik dapat mengalir 24 jam tentunya akan berdampak pada meningkatnya perekonomian masyarakat wilayah Kecamatan Pulau Derawan, khususnya Tanjung Batu.

Lebih lanjut, selain listrik, fasilitas air bersih Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), diakui Kudarat saat ini tidak berfungsi. Beberapa faktor yang menjadi penyebabnya, antara lain kondisi sumur yang digunakan PDAM tidak memungkinkan lagi digunakan.

“Informasi yang didapatkan terdapat perubahan warna terhadap air yang belum diketahui apa penyebabnya,” jelasnya.

Namun, ia pastikan mengenai permasalahan air dan listrik tersebut dijadikan prioritas utama.

“Prioritas utama kami adalah listrik dan air, baik dari tingkat kampung maupun tingkat kecamatan,” pungkasnya.(msz)