P-Apdesi Berau Ikuti Rembuk Desa Nasional, Omset BUMDesa Bisa Capai 8 Miliar

 

JAKARTA – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menggelar Rembuk Desa Nasional di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta yang dibuka, Senin (7/11/2016) malam lalu.

Kegiatan tersebut digelar, dalam upaya memajukan ekonomi dan pemerataan di desa-desa, dengan serius mendorong lahirnya Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) baru. Untuk itu, Kemendes PDTT mengundang Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (P-Apdesi) dari seluruh Indonesia, termasuk Berau.

Saat dikonfirmasi, Ketua P-Apdesi Berau, Madri Pani menyampaikan, dalam kegiatan rembuk desa tersebut, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Sandjojo meminta agar pemerintah desa dituntut untuk membangun BUMDes. Pasalnya, ada banyak dampak positif yang dapat dirasakan untuk kemajuan pembangunan desa. Seperti meningkatkan perekonomian desa, serta berfungsi sebagai motor penggerak perekonomian desa.

“Bahkan Mendes PDTT tadi menyampaikan, jika jumlah BUMDes meningkat pesat dari 1.022 unit pada tahun 2015, menjadi 12.848 unit tahun ini. Yang luar biasa, disampaikan Mendes PDTT, sedikitnya ada 40 BUMDes yang mampu meraih omset antara Rp300 juta hingga Rp8 miliar per tahun,” ungkapnya kepada beraunews.com, diamini Sekretaris P-Apdesi Berau, Abdullah Gani.

 

Dikatakan Madri, dalam paparannya tadi Mendes PDTT juga mengatakan, keuntungan BUMDes hadir sebagai misi ekonomi dan sosial. BUMDes Tirta Mandiri Desa Ponggok Kecamatan Polanharjo Kabupaten Klaten misalnya, yang telah berhasil meraih omset Rp8,2 miliar per tahun.

“BUMDes  juga sebagai pilar dalam pembangunan ekonomi desa. Ada banyak manfaat bagi kemajuan desa dengan adanya BUMDes ini. Seperti BUMDes Ponggok selain memiliki misi untuk meningkatkan pemasukan APBDes, juga menyimpan misi sosial untuk membantu warga miskin, jompo, yatim piatu, dan beasiswa untuk mahasiswa dari desa setempat,” ungkapnya.

Abdullah Gani menambahkan, Mendes PDTT juga menyampaikan, jika guna memperkuat kelembagaan dan peran BUMDes dalam menggerakkan ekonomi desa, Kemendes PDTT telah menjalin kerjasama dengan Kementerian BUMN untuk mengembangkan Holding BUMDes. Tujuannya adalah untuk mengkonsolidasikan aset BUMDes, meningkatkan pengawasan, mendukung penguatan manajemen dan kelembagaan BUMDes melalui dukungan teknis, fasilitasi permodalan dan jaringan kerjasama.

 

Bahkan kini, ada sejumlah bank yang sudah menyampaikan kesiapannya dalam bekerja sama dengan BUMDes, seperti BRI dan BNI. Hal itu dilakukan untuk memberikan rasa aman bagi pelaku BUMDes.

Disamping itu, Mendes PDTT juga mengimbau agar dana desa diberikan untuk pemberdayaan ekonomi desa, terutama lumbung desa melalui BUMDes. Hanya menurutnya, salah satu yang harus diperhatikan dalam mengelola BUMDes adalah sistem menajemen dan struktur BUMDes itu sendiri.

“Rumus dari kemajuan BUMDes tergantung dari pelaku BUMDes itu sendiri,” tutupnya.(Hendra Irawan)