Wujudkan Berau Sentra Jagung Kaltim

 

TALISAYAN – Seakan tidak ingin kehilangan identitas sebagai kampung penghasil jagung terbesar di Kabupaten Berau, pemerintah Kampung Eka Sapta, Kecamatan Talisayan terus berupaya mengembangkan jagung.

Kepala Kampung Eka Sapta, Imam Supriadi mengungkapkan, program pengembangan tanaman jagung dikampungnya akan terus dilakukan guna meningkatkan perekonomian masyarakat. Terlebih saat ini, setidaknya ada 2 ton bibit jagung yang merupakan bantuan dari Pemprov Kaltim kepada pemerintah Kampung Eka Sapta dalam mengembangkan tanaman komoditas yang menjadi unggulan kampungnya itu.

BACA JUGA : Terkendala Bibit, Petani Eka Sapta Gagal Buka 500 Hektar Lahan Jagung

“Itu nanti akan diberikan kepada petani yang telah membuka lahan, dan akan dipantau juga dengan kelompok tani disini. Alhamdulillah, sampai sekarang petani masih antusias dalam mengembangkan tanaman jagung,” ungkapnya pada beraunews.com, Sabtu (5/11/2016).

Menurutnya, dengan bibit tersebut, setidaknya petani mampu membuka luasan lahan pertanian jagung sekitar 200 hektar. Disamping itu, pihaknya juga akan kedatangan bantuan pupuk dari Pemprov Kaltim. Dengan adanya dukungan pemerintah tersebut, pihaknya yakin dapat membantu mewujudkan program pemerintah dalam menjadikan Kabupaten Berau sentra jagung di Kaltim.

BACA JUGA : Pemasaran Dan Fasilitas Kendala Sektor Pertanian

Kendati demikian, dirinya mengakui, untuk mewujudkan hal tersebut perlu kerja keras dan kerja sama antar petani dan pemerintah. Sehingga kendala-kendala di lapangan, seperti serangan hama, dan persoalan lain yang dapat menghambat perkembangan jagung dapat ditanggulangi dengan cepat.

“Kita jelas mendukung, terlebih tanaman jagung juga telah menjadi salah satu tanaman unggulan di Eka Sapta. Harapan kita selain menjadi lumbung jagung, dengan bertani jagung masyarakat dapat lebih sejahtera,” bebernya.(Hendra Irawan)