Warga Mulai Kesulitan Dapatkan Solar

 

BATU PUTIH – Warga Kampung Tembudan Kecamatan Batu Putih, mulai kesulitan mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar. Hal itu disebabkan, kurangnya pasokan solar dari luar wilayah Batu Putih oleh para pengetap kepada sejumlah pedagang eceran di sana.

Seperti diungkapkan Ramli, salah seorang warga yang mengaku kesulitan mendapatkan solar untuk digunakan sebagai bahan bakar mesin diesel. Meskipun ada, tapi harganya lebih mahal dari harga biasanya.

“Sudah banyak pengecer saya datangi bilang solarnya kosong. Tapi tadi untungnya dapat stok terakhir, meskipun sedikit mahal,” ungkapnya kepada beraunews.com, Sabtu (29/10/2016).

BACA JUGA : Berharap APMS Ada Di Biduk-Biduk

Menurutnya, biasanya harga solar per liter sekitar Rp7.000 sampai Rp7.500. Namun, jika sudah dalam kondisi sulit, harga melambung sampai Rp9.000.

“Ya tidak apa-apa, dari pada tidak dapat solar,” ujarnya.

Sementara Rahmad, warga lainnya juga mengungkapkan senada. Ia menyampaikan, kondisi tersebut bukan kali pertama terjadi. Bahkan, beberapa waktu lalu, tak hanya solar yang sulit didapat, bensin juga mengalami kelangkaan.

“Sudah biasa disini. apalagi kan di wilayah Batu Putih tidak ada APMS (Agen Premium Minyak Solar) atau SPBU, hanya mengharapkan BBM yang dibawa orang saja. Kalau tidak ada yang bawa, ya pasti sulit,” bebernya.

BACA JUGA : APMS Talisayan Jadi Favorit Pengetap

Menurutnya, untuk menghindari terjadinya kelangkaan, perlu dibangun setidaknya APMS di Kecamatan Batu Putih. Pasalnya, saat ini untuk wilayah pesisir selatan, baru Talisayan yang sudah memiliki APMS. Apalagi, konsumsi bahan bakar warga semakin meningkat.

“Paling bagus, jika masing-masing kecamatan dilengkapi satu APMS atau SPBU. Ini akan sangat membantu sekali, terutama untuk mencukupi kebutuhan BBM warga Batu Putih,” jelasnya.

Untuk diketahui, dalam mencukupi kebutuhan BBM di Batu Putih, khususnya di Kampung Tembudan masih cenderung bergantung pada pemasok dari luar atau pengetap.

“Terakhir solar ada kemarin tapi sudah diambil sama orang bawa truk. Memang akhir-akhir ini stok kurang, makanya sampai kesulitan. Tapi ini tidak lama,” imbuh Yoyo pedagang eceran.(Hendra Irawan)