Peserta Bimtek BUMDes, Berguru Ke Cibodas

 

BANDUNG – Desa Cibodas Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat, merupakan daerah percontohan pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Indonesia.

Atas dasar itulah, ratusan peserta Bimbingan Teknis (Bimtek) atau pelatihan pengelolaan BUMDes bagi apartur kampung se-Kabupaten Berau melakukan studi banding ke Desa Cibodas, setelah sebelumnya menerima pemaparan materi pengelolaan BUMDes, Sabtu (22/10/2016).

Kunjungan ratusan aparat kampung tersebut, diterima langsung oleh Kepala Desa Cibodas, D Sukaya dan sejumlah aparat desan serta pengurus BUMDes, di gedung Wibawa Mukti Merta Raharja.

Dalam kunjungan tersebut, D sukarya mengatakan, pihaknya bangga dengan banyaknya aparat kampung atau desa dari berbagai wilayah di Indonesia, yang mendatangi daerahnya untuk studi banding tentang pengelolaan BUMDes yang sejak tahun 2004 telah ada di Desa Cibodas.

BACA JUGA : Budiman Sudjatmiko : BUMDes dan BUMADes, Bantu Pengentasan Kemiskinan

Menurutnya, keberadaan BUMDes di Desa Cibodas, sejauh ini telah memberikan banyak manfaat bagi masyarakat dan daerah itu sendiri. Seperti, peningkatan ekonomi dan menjadi pendapatan desa untuk PAD-nya.

“Perlu diketahui jika Desa Cibodas merupakan daerah yang baru dimekarkan sembilan tahun yang lalu, sebagai wilayah perbatasan Kabupaten Bandung Barat,” ungkapnya dihadapan peserta.

 

Hampir seluruh mata pencarian masyarakat Cibodas yang mayoritas bertani sayur mayur, kini hasilnya telah banyak diekspor ke Cina dan Taiwan. Namun ada juga yang diperuntukan bagi kebutuhan lokal, seperti peternakan sapi perah dengan sistem manual. Selain itu, ada juga pengembangan kampung mandiri energi menggunakan kotoran sapi sebagai bahan bakar memasak.

“Sayur mayur yang ada di desa kami sebanyak 93 jenis. Ini telah dikembangkan warga kami untuk memenuhi kebutuhan di sejumlah supermarket dan dikirim ke Cina dan Taiwan, tapi ada juga yang dikirim khusus lokal, misalnya Jakarta,” bebernya.

Dia menambahkan, BUMDes didesanya memiliki tiga jenis usaha yakni, unit pengolahan air bersih, gedung serba guna dan pengolahan 10 unit kios desa dengan memberlakukan sistem sewa kepada warga.
 
Selain itu kata dia, aset yang dimiliki melalui BUMDes kurang lebih sebanyak Rp10 miliar. Bahkan, pernah membeli tanah untuk pembangunan SMP beberapa waktu lalu.

 

“Dengan pengembangan BUMDes tersebut setiap bulannya telah menyumbang PAD sebanyak Rp10 juta per bulan ke desa, para petani juga makmur. Dulu kami miskin, tapi saat ini malah yang dari daerah lain belajar dengan kita,” tutupnya.

Usai kegiatan penyambutan yang dilaksanakan Pemkab Bandung Barat dan Pemdes Cibodas, dilanjutkan kegiatan diskusi antara peserta bimtek bersama aparatur Desa Cibodas dan pengurus BUMDes.(M.S. Zuhrie)