Waduh, Bangunan Sarang Burung Walet Rumahan Bikin Semrawut

 

TALISAYAN – Selain terkenal dengan hiu pausnya, Kampung Talisayan Kecamatan Talisayan juga terkenal dengan banyaknya bangunan sarang burung walet rumahan. Mengapa tidak, begitu memasuki kampung yang bakal jadi ibukota BPS (Berau Pesisir Selatan) itu, terlihat puluhan bangunan sarang walet berdiri kokoh menghiasi setiap titik jalan. Namun siapa sangka, semua bangunan sarang walet di Talisayan itu tidak memiliki izin.

Hal itu juga dibenarkan Plt Camat Talisayan, Husdiono. Ia menyampaikan, bangunan tersebut tidak berizin dikarenakan, saat ini belum ada regulasi khusus tentang perizinan pembangunan sarang burung walet. Disamping itu, pemilik bangunan juga membangun dilahan pribadi, sehingga pihaknya tidak bisa berbuat banyak.

“Kita tidak berani juga, karena acuan dari kabupaten juga belum ada, jadi kita tidak punya dasar. Jadi memang selama ini, dalam membangun sarang walet rumahan, ya asal bangun begitu,” ungkapnya pada beraunews.com, Jum’at (14/10/2016)

Jika kemudian lanjut dia, ada peraturan dari Perda atau Perbup yang mengatur hal tersebut, pihaknya pasti akan mengawal aturan tersebut. Apalagi saat ini, ia menilai dengan belum adanya aturan tersebut bangunan sarang walet tersebut terlihat tidak tertata rapi. Dampak lain belum adanya regulasi itu, jelas penarikan retribusi yang seharusnya diterima pemerintah guna menambah PAD tidak dapat diterapkan.

“Ya kita hanya bisa melihat saja saat mereka panen,” bebernya.

Namun dikatakannya, saat ini tata ruang untuk Talisayan tengah digodok oleh instansi terkait. Dengan selesainya desain tata ruang tersebut, pihaknya akan memiliki dasar guna memberikan teguran kepada para pemilik sarang walet yang dianggap melanggar tata ruang. Apalagi dikatakannya, Talisayan juga merupakan daerah wisata, sudah sangat jelas tidak boleh sembarangan dalam melakukan pembangunan-bangunan permanen.

“Meskipun perdanya belum ada, dan peraturan pemkab terkait bangunan sarang walet juga belum ada, kita bisa berpedoman pada desain tata ruang tadi, sehingga tidak lagi semrawut,” jelasnya.

Terkait bangunan sarang burung walet yang berada di tepi pantai, ia mengatakan hal tersebut memang banyak didapati di sekitar Pantai Talisayan.

“Itu berdasarkan kepemilikan tanah. Nah jika sudah ada desain tata ruang, kita ngaturnya enak nantinya. Apalagi ini kan juga tujuan wisata, kalau sampai semrawut, kasihan,” pungkasnya.(Hendra Irawan)