Rumpin Batu Bual Gemilang Masuk 5 Besar Nasional

 

SAMBALIUNG – Rumah Pintar (Rumpin) Batu Bual Gemilang di Kampung Pegat Bukur masuk lima besar dalam penilaian tahap pertama ajang Astra International. Penilaian ajang tingkat nasional tahap kedua direncanakan berlangsung pada November 2016 mendatang.

Sebelumnya, dalam kegiatan yang sama pada tahun 2015 lalu, Rumpin Batu Bual Gemilang berhasil keluar sebagai juara pertama, sementara untuk kategori perpustakaan berhasil menjadi terbaik keempat.

Persiapan pun terus dilakukan pihak pengelola menjelang penilaian dilakukan. Dalam keikutsertaannya di ajang kali ini, ada yang berbeda dengan Rumpin Batu Bual Gemilang. Pada tahun ini, pengelola semakin melengkapi program pendukung di dalam rumpin ini, seperti bimbingan belajar, paket kesetaraan, pelatihan komputer, drum band dan seni tari.

Kepala Rumpin Batu Bual Gemilang, Jabbar menjelaskan, dengan semakin lengkapnya program yang dijalankan, ia sangat optimis pada tahun ini rumpin yang dikelolanya kembali mendapatkan predikat terbaik di tingkat nasional.

“Kita terus berbenah, kita terus berupaya melengkapi semua yang kurang, dan kita yakin bisa juara lagi,” ujarnya saat berbinang dengan beraunews.com, Kamis (13/10/2016).

Penambahan program yang dijalankan ini, dijelaskan Jabbar disesuaikan dengan kebutuhan yang ada di kampung. Mengingat, sebagian besar program ini sangat diperlukan masyarakat. Hal ini juga untuk mencapai target dalam pembangunan rumpin, yakni memberdayakan masyarakat dengan membekali melalui ilmu-ilmu pengetahuan.

“Kita disini kan ada sentra buku, seni, komputer dan kriya. Inilah yang akan kita maksimalkan dalam membekali masyarakat sekitar. Setiap hari kita rutin memberikan pembelajaran kepada masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang tua,” jelasnya.

Jabbar berharap agar pengelolaan rumpin yang berdiri sejak tahun 2007 lalu ini semakin mendapat dukungan dari pemerintah. Saat ini, pihak pengelola masih memerlukan sarana dan prasarana penunjang lainnya, seperti ruangan yang dinilai masih sangat kurang dan perlu adanya penambahan lagi.

“Sebagian operasional dalam pengelolaan rumpin ini dibantu dari Alokasi Dana Kampung (ADK), kita juga membuat unit usaha sehingga mendapatkan anggaran rutin. Kita juga semakin bersemangat dalam mengelola rumpin ini karena sambutan masyarakat yang sangat positif kepada kita,” pungkasnya.(M.S. Zuhrie)