Selesaikan Tapal Batas, Kecamatan Tunggu Rapat Internal Kampung Sungai Bebanir Bangun

 

SAMBALIUNG – Camat Sambaliung, Kesuma Sirajuddin angkat bicara terkait polemik tapal batas antara Kampung Gurimbang dan Kampung Sungai Bebanir Bangun di Kecamatan Sambaliung. Ia mengatakan, upaya penyelesaian tapal batas antara dua kampung tersebut sudah pernah dilakukan, bahkan mediasi juga sudah dilakukan. Hanya saja diakuinya, belum membuahkan hasil.

“Kalau upaya penyelesaian sudah dua bulan lalu di kecamatan. Kini kami sedang menunggu rapat intern dua kampung masing-masing. Kampung Bangun rencananya akan melakukan rapat internal Selasa (27/9/2016) besok. Nah, Gurimbang menunggu keputusan hasil rapat tersebut,” ungkapnya kepada beraunews.com, Senin (26/9/2016).

BACA JUGA : Soal Tapal Batas Gurimbang-Sungai Bebanir Bangun, Bupati Diminta Turun Tangan

Diharapkan, dengan hasil rapat yang dilakukan pemerintah Kampung Sungai Bebanir Bangun dan masyarakatnya dapat menjadi titik temu dengan Kampung Gurimbang. Namun, jika hasil tersebut bertolak belakang dengan pemerintah Kampung Gurimbang, maka akan diselesaikan oleh pemerintah yang lebih tinggi dalam hal ini Bupati.

Kendati begitu, pihaknya akan berupaya menyelesaikan tapal batas tersebut, sehingga tidak ada lagi kampung di Kecamatan Sambaliung yang tersangkut persoalan tapal batas. Namun disampaikannya, ada beberapa hal yang harus diselesaikan dengan penuh pertimbangan, jangan sampai begitu ditetapkan salah satu kampung malah jadi ribut lantaran tidak terima, seperti yang terjadi antara Kelurahan Sambaliung dan Kampung Rantau Panjang beberapa waktu lalu.

“Karena masing-masing pribadi beda kepentingan. Nanti kita juga akan kumpulkan lagi untuk finalisasinya,” ujarnya.

Selain persoalan tapal batas antara Kampung Gurimbang dan Kampung Sungai Bebanir Bangun yang hingga kini belum tuntas, batas Kecamatan Sambaliung dan Kecamatan Tabalar juga disampaikannya belum selesai, yakni antara Kampung Pilanjau Kecamatan Sambaliung dan Kampung Buyung-Buyung Kecamatan Tabalar.

“Karena masing-masing pribadi beda kepentingan.Untuk persoalan ini nanti di fasilitasi pemerintah kabupaten,” pungkasnya.(Hendra Irawan)