Lagi Gotong Royong, Warga Temukan Ini!!!

 

BATU PUTIH – Ada yang mengejutkan saat masyarakat dan pemerintah Kampung Tembudan melakukan kegiatan gotong royong bersama di Tulung (Telaga-red) Ni' Lenggo yang ada di RT 03 di kampung tersebut.

Saat melakukan bersih-bersih, masyarakat dikagetkan dengan alat kontrasepsi bekas pakai beserta kotaknya berserakan di sekitar gazebo yang baru saja dibangun. Tidak itu saja, puluhan bungkus obat batuk kemasan sachet juga ditemukan di sana.

BACA JUGA : Keren, Bakal Ada Flying Fox Di Tembudan

Salah seorang warga yang saat itu menemukan alat kontrasepsi tersebut mengatakan, sepertinya ada yang sengaja memanfaatkan fasilitas objek wisata yang sangat sepi untuk melakukan hal yang tidak senonoh.

"Tadi pas lagi bersih-bersih saya dapat kondom bekas pakai, dan kotaknya. Ya, pasti itu tujuannya mesum lah, entah siapa yang melakukan kita tidak tahu," ungkap Agus pada beraunews.com, Sabtu (24/9/2016).

Tidak itu saja, Juprianto, warga lainnya yang juga ikut membersihkan sampah disekitar gazebo juga menemukan cukup banyak bungkus obat batuk kemasan sachet yang sudah dikonsumsi. Ia menduga, obat tersebut digunakan sebagai bahan campuran dengan minuman suplemen.

Pasalnya, saat ini minuman dengan campuran obat dan minuman suplemen atau bisa disebut koteng memang banyak digemari remaja-remaja di Kampung Tembudan. Karena selain harganya yang murah, juga mudah didapatkan karena terjual bebas di kampung tersebut.

Padahal menurutnya, mencampur obat dengan suplemen tersebut merupakan hal yang cukup membahayakan bahkan dapat menimbulkan keracunan. Apalagi obat batuk kemasan sachet itu tergolong obat keras.

"Dulu di makam Raja Alam juga pernah ditemukan banyak bungkus obat batuk kemasan sachet, karena ketahun disana makanya mungkin pindah ke sini. Entah apa yang dipikiran mereka sampai nekat mengoplos obat batuk kemasan sachet dengan minuman suplemen," ujarnya.

Ia pun berharap, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan objek wisata tersebut setidaknya dapat diberi penerangan, dan pengawasan.

"Kalau perlu aparat keamanan sekali-kali patroli, agar tempat-tempat seperti ini tidak disalahgunakan oleh orang tidak bertanggung jawab," pungkasnya.(Hendra Irawan)