Dorong Aparat Kampung Sosialisasaikan Kelestarian Lingkungan Laut

 

TANJUNG REDEB – Fungsi alam sebagai sumber kehidupan masyarakat diminta Camat Pulau Derawan, Kudarat bisa dieksploitas dengan santun. Pola-pola lama yang menimbulkan kerusakan diminta kepada warganya untuk segera dihentikan.

Kudarat menyebutkan, melihat ke belakang setidaknya 10 tahun sebelumnya, sumber kehidupan masyarakat nelayan di kawasan pesisir begitu melimpah.

“Jauh berbeda dengan saat ini, dulu hasil tangkap sangat melimpah bahkan dilakukan tidak jauh dari pantai,” ungkapnya kepada beraunews.com, Sabtu (24/9/2016).

Hal ini tidak terlepas dari pola destruktif yang dilakukan warga sekititar, baik para nelayan dari Berau maupun dari luar. Dampak negatif lainnya, bahkan terjadi pada jumlah populasi ikan yang menjadi sumber kehidupan masyarakat nelayan.

Tidak hanya itu, habitat laut dilindungi juga ikut berkurang seperti penyu yang menjadi salah satu satwa dilindungi. Kudarat meminta kepada masyarakat nelayan untuk melakukan pola tangkap ramah lingkungan.

“Apalagi saat inikan sudah banyak program budidaya, artinya sebelum yang di laut benar-benar habis atau sulit didapat, ada baiknya jika mulai memberdayakan sendiri,” jelasnya.

 

Warga kampung-kampung yang ada di kawasan pesisir Berau, khususnya di kecamatan Pulau Derawan, diimbau untuk mulai memahami arti pentingnya menjaga kelestarian ekosistem laut.

Dirinya mencontohkan, salah satu jenis hasil tangkapan bernilai ekonomis tinggi lobster yang kini sudah mulai sulit ditemukan. Kudarat mencontohkan, jika mundur 10 tahun lalu, maka disekitar pantai saat air surut, warga bisa dengan mudah menemukan lobster dengan ukuran cukup besar.

Namun saat ini, selain sulit menemukan, jika ada itupun biasanya dengan ukuran kecil. Untuk memaksimalkan upaya pemerintah dalam program kelestarian lingkungan, mantan Camat Maratua ini meminta kepada aparat-aparat kampung untuk ikut serta melakukan sosialisasi kepada warganya.

“Karena kerusakan ini bukan berdampak besar pada orang lain, melainkan kepada mereka sendiri, hasil tangkapan lebih sedikit, dan jika terus-terusan seperti ini bisa-bisa anak cucu kita nanti tidak kebagian,” tutupnya.(M.S. Zuhrie)