Soal Tapal Batas Merancang, Camat Harus Turun Lapangan

 

GUNUNG TABUR – Masih belum selesainya tapal batas tiga kampung di Kecamatan Gunung Tabur, yakni Kampung Merancang Ulu, Merancang Ilir dan Kampung Melati Jaya, ditanggapi Kepala Kampung Merancang Ilir, M. Rizal. Diakuinya permasalahan tapal batas tersebut sudah lama terjadi, dan belum ada solusi terkait itu.

Kendati demikian, karena masing-masing pemerintah kampung tidak bisa menyelesaikan batas tersebut, dirinya meminta aparat kecamatan, khususnya camat untuk turun langsung ke lapangan. Ia meyakini, dalam menyelesaikan persoalan tersebut tidak harus duduk di dalam ruangan, melainkan harus langsung ke lapangan.

Atas dasar itu pula, dirinya kerap mangkir dari undangan kecamatan yang ingin memediasinya dengan kepala kampung lain. Itu dilakukan, karena dirinya sudah tahu hasilnya jika meskipun dilakukan mediasi penyelesaian tapal batas tak akan selesai.

“Untuk apa? sudah tahu juga hasilnya tidak akan ada jalan keluar kalau masing-masing bertahan pada pendapatnya. Sebenarnya mudah, dari pada debat di ruangan lebih baik camat turun ke lapangan bersama kedua belah pihak. Ambil jalan tembak lurus titik batasnya, kan simple (sederhana),” ungkapnya saat menghubungi beraunews.com, Selasa (20/9/2016).

BACA JUGA : Aneh, Di Merancang Lahan Sengketa Ada Transaksi Jual Beli

Disamping itu ia juga menyampaikan, alasan pihaknya selama ini tidak sependapat dengan pola pemetaan dalam menentukan titik batas antar dua kampung seperti yang diinginkan Kampung Merancang Ulu, dipastikan salah satu RT dikampungnya akan hilang. Ia pun meminta kepada camat untuk segera mengambil sikap dalam menyelesaikan persoalan tersebut, tanpa ada intervensi dari pihak kampung manapun.

“Karena itu kami tidak mau mengikuti Kampung Merancang Ulu. Kalau ribut, apa yang mau diributkan? Dapat lahan paling luas juga tidak dapat penghargaan. Intinya bagaimana mengelolanya. Saya juga sebagai kepala kampung walaupun ngotot, saya juga tidak dapat apa-apa,” jelasnya.

 

Ketika disinggung terkait adanya laporan transaksi jual beli lahan sengketa yang beredar di tengah masyarakat, Rizal mengaku tidak mengetahui hal tersebut, pasalnya sejauh ini dirinya belum mendapati ada warganya yang melakukan transaksi jual beli tanah di lahan sengketa itu.

“Saya tidak tahu. Kalaupun ada yang jual beli tanah di lahan sengketa itu, pasti melapor ke kepala kampung untuk administrasinya. Tapi ini tidak ada, dan Kampung Meracang Ulu juga mengatakan tidak tahu. Bisa jadi ini antar warga saja,” pungkasnya.(Hendra Irawan)