Dorong Labanan Jadi Sentra Pertanian

TANJUNG REDEB – Pemkab Berau canangkan pembangun kampung, khususnya sentra pertanian menjadi salah satu sumber penghasilan setelah hasil tambang. Apalagi, Kabupaten Berau kini menjadi salah satu daerah pengembangan pertanian di Provinsi Kalimantan Timur. Berbagai komoditi unggulan dikembangkan di beberapa kawasan sentra pertanian. Salah satunya di Labanan, Kecamatan Teluk Bayur. Sejak beberapa tahun terakhir, banyak komoditi yang dihasilkan dalam jumlah besar dari kampung ini.

Pengembangan budi daya padi di Labanan tidak hanya didukung dengan pendampingan dari petugas yang selalu memberikan penyuluhan kepada petani. Namun, program bantuan benih hingga sarana dan prasarana produksi pertanian direalisasikan di kampung ini.

Menurut Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan (Dispertan) Berau, Ilyas Nasir,  hamparan persawahan di Kampung Labanan Jaya maupun sekitarnya tergarap dengan maksimal. Pemkab Berau melalui Dispertan terus memberikan pendampingan kepada petani dalam pengembangan persawahan di kawasan ini. Hal itu merupakan bagian dari mendukung program percepatan swasembada pangan nasional, melalui pengembangan padi, jagung dan kedelai, maupun beberapa produk pertanian lainnya.

“Labanan memang sudah sejak lama menjadi sentra pertanian di Kabupaten Berau. Produksi pertanian di kampung ini pun terus mengalami peningkatan dan turut memenuhi kebutuhan masyarakat di daerah ini. Dan kita juga mendapatkan bantuan sebagai support bagi kabupaten menjadi daerah penunjang program nasional,” ungkapnya kepada beraunews.com.

Hasil padi dari kampung ini sudah memasok kebutuhan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Berau dalam menjalankan program untuk membantu masyarakat kurang mampu. Belum lagi distribusi ke berbagai koperasi di instansi pemerintah dan swasta yang juga dipasok dari Labanan.

“Kampung Labanan ini menjadi sentra pertanian di Berau. Berbagai komoditi terus dikembangkan,” ujarnya.

Selain pengembangan padi, beberapa komoditi pertanian juga digarap di kampung ini. Seperti budi daya bawang merah yang merupakan program dari pemerintah pusat. Bahkan saat ini mulai dikembangkan komoditi cabe yang diharapkan mampu memenuhi kebutuhan lokal dan juga luar daerah.

Tidak hanya Labanan, namun pengembangan pertanian, dikatakan Ilyas juga diwujudkan di beberapa kampung lain di 13 Kecamatan se-Kabupaten Berau. Setiap kampung didorong untuk terus mengembangkan komoditi unggulan. Seperti di wilayah pesisir selatan yang kini begitu terkenal dengan budi daya jagung dan kedelai.(ana)