Dana Operasional Kader Posyandu Tersumbat

TANJUNG REDEB – Sejumlah kader Posyandu yang berada di 10 Kampung, belum menerima honorarium tahap I. Hal ini terjadi menyusul, belum cairnya Alokasi Dana Kampung (ADK) tahap I ke kampung tersebut. Adapun 10 kampung dimaksud, yakni Kampung Long Sului, Panaan, Merapun, Bena Baru, Batu Rajang, Tumbit Melayu, Tabalar Ulu, Teluk Alulu, Balikukup dan Kayu Indah.

Dikatakan Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Berau, Wiyati, keterlambatan pembayaran honorarium kader posyandu disebabkan berbagai alasan. Salah satunya akibat dari sejumlah kampung yang belum mencairkan ADK. Hal itu diketahuinya setelah sejumlah kader mengeluhkan keterlambatan pembayaran honor itu.

“Dulu pengelolaan dana kader posyandu itu di kelola BPPKB, tapi sekarang dialihkan ke ADK melalui BPMPK. Makanya kita tidak bisa berkutik selian mendorong pihak kampung dan BPMPK untuk segera menorong kampung yang belum melakukan pencairan ADKnya,” ujarnya kepada beraunews.com, Senin (5/9/2016).

BACA JUGA : 10 Kampung Belum Cairkan ADK Tahap I

Akibat belum terbayarnya dana operasional yang hanya Rp250 ribu per satu bulan dengan sistem pembayaran per enam bulan itu, kata Wiyati, sudah pasti menghambat proses Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita yang merupakan program rutin posyandu. Tentunya, hal ini akan merugikan pertumbuhan balita yang ada di kampung.

“Tujuan pemberian PMT adalah sebagi sasaran penyuluhan bagi orang tua balita tentang makanan kudapan yang baik untuk balita guna mencukupi kebutuhan gizi balita. Jadi, jika ini terhambat khawatir kebutuhan gizi balita akan menurun hingga berdampak terhadap kesehatanya,” terangnya.

Melihat kondisi saat ini, Wiyati berharap kepada BPMPK agar dapat mendorong kampung yang belum melakukan pencairan ADK tahap I dapat segera melakukan pencairan.

“Saya berharap desa-desa yang belum mencairkan ADK hingga menghambat program kerja posyandu dan pemberian PMT balita dapat segera melakukan pencairan. Ini semua demi kelancaran program kader posyandu yang telah disusun dan kesejahtaraan para keder,” pungkasnya.(M.S. Zuhrie)