Inginkan Semua Kampung Bebas Sampah

SAMBALIUNG – Setelah membuat program kampung bebas pengangguran, kini Kepala Kampung Gurimbang, Kecamatan Samballiung, Madri Pani kembali membuat program kampung bebas sampah.

Menurut Madri, program yang dicanangkannya itu selain bertujuan menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, juga bertujuan menyerap anggaran Alokasi Dana Kampung (ADK). Caranya, Pemerintah Kampung Gurimbang sengaja “memanjakan”  setiap rumah warganya dengan fasilitas bak sampah hingga penyediaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang baik.

“Jadi dengan proram ini, kami tidak akan membebani warga. Tapi kami justru memanjakan warga dengan menyediakan bak sampah di masing-masing rumah warga, agar warga tidak membuang sampah di sungai maupun di kolong rumah,” ujarnya kepada beraunews.com, Selasa (30/8/2016).

Dia berharap, program ini dapat menjadi percontohan bagi kampung lainnya, khususnya kampung di daerah wisata, misalnya Pulau Maratua, Derawan, Talisayan dan Biduk-Biduk. Apalagi, Kabupaten Berau telah mendeklarasikan menjadi daerah bebas sampah pada 2018. Dimana wujudnya, tanggal 12 Agustus 2016 lalu, Pemkab Berau mencanangkan program gotong royong secara serentak satu kali dalam sebulan.

Dikatakannya, dirinya merasa optimis, jika program yang dimiliki Kampung Gurimbang tersebut diterapkan di daerah wisata, maka akan meningkatkan jumlah wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara.

“Karena apa? Kebersihan ini dapat menarik minat wisatawan berkunjung ke daerah wisata tersebut. Karena kebersihan adalah mencerminkan daerah tersebut selain bersih dan juga sehat. Melalui kebersihan inilah, daerah wisata akan memiliki nilai jual tambah,” terangnya.

Untuk itu, dia berharap apa yang menjadi impian Kampung Gurimbang itu akan mendapat dukungan dari semua pihak, dan dapat berjalan sebagaimana yang diharapankan.

“Kenapa kami berharap dukungan kepada semua pihak. Sebab tidak mungkin program ini dapat kami jalankan sendiri, tanpa dukungan dari semua. Karena kita ketahui, merubah perilaku masyarakat tidaklah mudah,“ pungkasnya.(M.S. Zuhrie)