Perompak Sandera Tugboat PT Berau Coal Di Perairan Lati

TANJUNG REDEB – Sebuah kapal Tugboat Berau 21 milik PT Berau Coal (BC) yang melintas di perairan sungai Lati menuju Suaran di bajak sejumlah perompak bersenjata api lengkap. Dalam pembajakan tersebut diketahui para perompak menahan 6 orang Anak Buah Kapal (ABK) bersama sang Kapten yang tengah membawa tongkang bermuatan batu bara.

Deputi Port Facility Security Officer (PFSO) yang menerima laporan adanya pembajakan segera melaporkan peristiwa tersebut ke Capt Hasanul Haq Batubara yang saat itu tengah memimpin rapat pengapalan bulanan. Usai menerima laporan Hasanul segera memerintahkan jajaran untuk menindak lanjuti laporan tersebut dengan menerjunkan tim Emergency Resque Group (ERG) ke lokasi kejadian.

Meski telah menerjunkan tim untuk meninjau ke lokasi kejadian, Hasanul tetap berkoordinasi dengan Kepala Pelabuhan hingga akhirnya status keamanan naik menjadi level 2, usai menaikan status keamanan, Port Security Officer (PSO) segera melaporkan kejadian pembajakan kapal tersebut kepada Mapolres Berau untuk meminta penyelamatan.

"Cepat, kita bergerak cepat, ada laporan masuk, langsung kita tindaklanjuti, hingga akhirnya kita minta bantuan kepolisian setelah memastikan kapal benar-benar di bajak" ungkap Hasanul, Kamis (28/8/2016).

Kepolisian bersama TNI Angkatan Laut yang telah menerima laporan pembajakan segera menuju lokasi kejadian dengan persenjataan lengkap, proses pembebasan sandera dari para perompak sempat terjadi baku tembak, alhasil 1 orang perompak berhasil dilumpuhkan dan 1 ABK menglami luka di lengan kanan.

"Tak sampai 45 menit tim gabungan TNI dan Polisi berhasil melumpuhkan para perompak, walau sempat ada jual beli tembakan. ABK ada luka di lengan. Dan perompak tertebak di bagian kaki," tambahnya.

Para korban luka, baik ABK dan pelaku selanjutnya di evakuasi ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan pertolongan, sementara 6 perompak yang berhasil di bekuk di bawa ke kantor PKO Shipping Site Lati PT BC untuk diintrograsi lebih lanjut.

Pembajakan yang terjadi tersebut merupakan simulasi dalam rangkaian kegiatan exercise The International Ship and Port Facility Security (ISPS) Code Ke-VI tahun 2016 yang dilaksanakan PT Berau Coal.

Simulasi penanganan terhadap pembajakan kapal tugboat yang dilakukan PT BC merupakan antisipasi gangguan keamanan yang sejak awal 2016 cukup tinggi terutama di kawasan laut. Selain itu kegiatan ini juga sebagai sarana evaluasi terhadap kecakapan personil fasilitas pelabuhan dalam mengerjakan tugas dan tanggung jawab keamanan.

"Kegiatan ISPS Code Exercise ini menjadi salah satu dasar dari PT Berau Coal sebagai salah satu perusahaan yang aman dari gangguan keamanan dan keselamatan karyawan dan ABK," ujarnya.

Dalam simulasi yang dijadwalkan setiap 3 bulan sekali dilaksanakan itu disaksikan Hendra Prasetya Ganefo selaku Subdit Patroli Pengamanan Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Kapolres Berau, Kepala Kantor Pelabuhan Tanjung Redeb, Asessor Ditjen Hubla Dari Don Pro dan para undangan lainnya.(M.S. Zuhrie)