Unik, Najamuddin Terpilih Dengan Sistem Amerika

 

TANJUNG REDEB – Najamuddin resmi terpilih secara aklamasi menggantikan Muharram sebagai Ketua Kerukunan Keluarga Masyarakat Bone (KKMB) Kabupaten Berau, Sabtu (6/8/2016).

Proses pemilihan berjalan sangat unik, sebab seluruh warga KKMB Berau mewakilkan suaranya kepada 9 orang terpilih untuk memilih Ketua KKMB Berau periode 2016-2020. Disadari atau tidak, proses pemilihan ini sangat mirip dengan pemilihan presiden Amerika Serikat yang menggunakan sistem electoral college.

Dalam sistem ini, presiden terpilih tidak diangkat berdasarkan pilihan rakyat lewat pemungutan suara di TPS, tetapi oleh electoral votes (suara pemilu) yang tersebar di 51 negara bagian. Setelah pemungutan suara selesai, para electors (orang yang memiliki mandat atas electoral votes) akan menggelar konvensi di ibu kota negara bagian untuk memberikan suara mereka.
 
Nah kembali ke proses pemilihan Ketua KKMB Berau, 9 orang terpilih tersebut, yakni Wakil Bendahara III KKMB periode 2012-2016, Nurung, M. Amien, Andi Kahar, Andi Masrani, Masrul, M. Basri, Ambo Sakka, Alimuddin serta Muharram. Alhasil, proses pemilihan berjalan lancar dan singkat. Najamuddin pun terpilih secara aklamasi, setelah Muharram menyatakan mundur dari proses pemilihan.

“Sembilan orang ini mewakili seluruh warga KKM Bone di Berau untuk menentukan ketua. Kita bentuk secara aklamasi supaya meringankan dan tidak terlalu alot,” ungkap Nurung.

Terpilihnya Najamuddin, dinilai Nurung, lantaran sesuai kapasitas dan loyalitas yang ditunjukkannya selama ini kepada seluruh warga KKMB. Ia pun ditunjuk sebagai bendahara umum bersama Andi Masrani sebagai sekretaris umum.

“Kedepan, pengurus terpilih ini akan membentuk kepengurusan seperti wakil-wakil ketua, sekretaris, dan bendahara serta penasehat-penasehat, diambil dari orang tua kita yang dianggap perlu kita dengar pendapat-pendapatnya untuk membawahi KKMB,” ujarnya.

Sementara itu, Muharram selaku mantan Ketua KKMB periode 2012-2016 berpesan, kedepannya, pengurus yang terpilih untuk bisa lebih baik lagi dalam mengelola roda organisasi.

“Kedepan, saya berharap dengan pengurus baru bisa lebih bagus lagi menjalankan roda organisasi ini,” pesannya.

 

 Muharram menjelaskan, ada tiga fungsi utama dari keberadaan sebuah organisasi khususnya organisasi kesukuan atau yang disebut paguyuban.

Pertama, sebagai wadah untuk mengumpulkan seluruh potensi dari warga paguyuban yang mampu berkontribusi positif terhadap warganya yang kurang mampu.

Kedua, sebagai penengah atau mediator ketika adanya perselisihan dan sengketa diantara warga paguyuban ataupun dengan warga lainnya.

Terakhir, membantu pemerintah dalam hal pelayanan sosial sehingga peran-sertanya bisa terlihat dan terasa di masyarakat.

Terakhir, sebagai Bupati, Muharram pun kembali berpesan pada seluruh paguyuban yang ada agar mampu mandiri dan menjaga suasana rukun dan kondusif diinternalnya, sehingga bisa terus berkembang dan semakin terkuranginya hal-hal yang tidak diinginkan seluruh pihak.

“Semua paguyuban itu bisa menjadi perpanjang tangan pemerintah dalam hal bidang sosial kemasyarakatan. Bayangkan kalau semua organisasi itu rukun dengan yang satunya dan seni budaya masing-masing berkembang, maka ini menjadi kekayaan dan potensi daerah yang cukup signifikan membantu pemerintah,” pungkasnya.(sai)