Berau Tak Pernah Mati Lampu Menjadi Impian

 

TANJUNG REDEB – Direktur Utama PT Indo Pusaka Berau (IPB), Najamuddin menggelar halal bi hahal dikediamannya, Komplek Perum BI, Jum’at (29/7/2016) kemarin. Acara tersebut dihadiri seluruh jajaran direksi, manajemen, karyawan PT IPB serta undangan lainnya. Dalam kegiatan itu, tercetus angan, Berau tak akan pernah mati lampu lagi.

Najamuddin mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk lebih mempererat tali silaturahim yang telah terjalin antar direksi, manajemen dan karyawan maupun sebaliknya. Selain itu, mengingat masih dalam suasana Idul Fitri, diharapkan dari kegiatan ini mampu menjadi momen membangun kebersamaan dengan tujuan sama sesuai tujuan berdirinya PLTU Lati, yakni menerangi Berau.

“Hari ini, kita melaksanakan halal bi halal untuk semua karyawan IPB. Pada prinsipnya, acara ini untuk menjalin dan mempererat silaturahmi. Pada kesempatan ini, kita saling maaf memaafkan, diantara karyawan, manager dan direksi,” ujarnya kepada beraunews.com di sela-sela kegiatan.

Najamuddin juga berpesan kepada seluruh karyawan PT IPB yang hadir, khususnya yang bekerja di lapangan untuk dapat terus meningkatkan kinerjanya, sehingga bisa melayani masyarakat Berau dengan lebih baik lagi. Selain itu, diminta kedepannya bisa lebih solid, bekerja keras dan saling berkoordinasi.

Dirinya memiliki harapan besar terhadap kelistrikan di Berau agar menjadi tanggung jawab bersama sehingga pemadamam bergilir yang kerap terjadi, tak akan terulang lagi.

“Kita memiliki angan-angan agar Berau ini tidak pernah mati lampu, Itu juga harapan kita dan mohon dukungan seluruh masyarakat Berau,” ujarnya.

Atas kondisi yang telah terjadi sebelumnya, Najamuddin pun tak lupa memohon maaf kepada seluruh masyarakat Berau atas ketidaknyaman selama ini. Pihaknya pun terus berusaha menjadi lebih baik.

“Kami juga atas nama manajemen, minta maaf kalau ada pelayanan kami yang tidak maksimal. Kami minta maaf, kami selalu terus berusaha yang terbaik,” pintanya.

 

Terakhir, Najamuddin pun meminta dukungan terkait adanya tanam tumbuh milik masyarakat yang mengganggu jaringan listrik yang harus ditebang.

“Kita harapkan juga kerja sama masyarakat dengan teman-teman kita yang di lapangan, khususnya terkait tanam tumbuhnya yang agak dekat dengan instalasi kami supaya punya kesadaran agar itu ditebang dan sebagainya atau bisa juga mengizinkan untuk ditebang dan kami yang akan bekerja,” pungkasnya.(sai/adv)