Salurkan Kreativitas Melalui Seni Tari Dan Teater

TANJUNG REDEB – Pentas seni gabungan antara tari dan teater dengan tema “Kembali ke Akar” yang digagas sejumlah pemuda Kabupaten Berau, Minggu malam (24/7/2016) lalu telah berakhir. Acara yang dilaksanakan digedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), puncaknya ditutup dengan 5 pertunjukan tarian dan teater kreativitas pemuda.

Dimulai dengan penampilan pelajar SMA Negeri 4 Berau, yang mementaskan aksi teatrikal dengan tema gadget. Tema tersebut menggambarkan bagaimana kebanyakan pemuda saat ini memiliki ketergantungan yang tinggi dengan teknologi gadget dan fantasi dunia digital yang ditawarkan. Sementara dipenampilan kedua, ditampilkan tari kontemporer bertemakan burung enggang.

Ketua Panitia Pelaksana, Eka Wahyuni menjelaskan, dalam kegiatan tersebut, selain ditampilkan kesenian tari dan teater, pihaknya juga menggelar workshop bagi pelajar dan mahasiswa tentang cara menghasilkan karya melalui benda atau cerita di sekitar kita.

“Kita buka pelatihan dan workshop selama tiga hari, para peserta kita minta membuat karya dari benda di sekitar, akhirnya mereka berhasil,” jelasnya.

Dikesempatan itu, Eka tak lupa mengucapkan terima kasih atas dukungan KNPI, Komunitas Pendidikan Indonesia, STIEM Tanjung Redeb, SMA Negeri 1, 2, 4 dan para pihak lainnya, sehingga acara berlangsung dengan lancar. Selain para peserta yang unjuk kebolehannya, panitia pelaksana juga tampil sebagai penutup kegiatan tersebut.

“Malam ini malam terakhir, panitia pelaksana akan menampilkan kesenian gabungan tari dan teater dengan tema kembali ke akar. Kita berharap kegiatan ini akan terus didukung pemerintah demi kelangsungan kebudayaan kita agar tetap abadi,” harapnya.

Sementara itu, Ketua DPD KNPI Berau, Sakirman yang menghadiri acara tersebut mengapresiasi semangat para pemuda dan pelajar yang sangat peduli terhadap keberadaan seni tari dan teater yang saat ini sudah jarang diminati, khususnya oleh kalangan pemuda dan pelajar.

“KNPI akan mendukung penuh kegiatan kepemudaan yang ada, selama itu positif dan membangun. Oleh karena itu, kami harapkan kegiatan ini menjadi wadah positif yang dilakukan pemuda Berau dalam melestarikan budaya lokal dan menumbuhkan kreativitas,” tutupnya singkat.(msz/adv)