Pengobatan Gratis PT Berau Coal Diserbu Warga Tumbit Melayu

TELUK BAYUR – Community Development (Comdev) PT Berau Coal (BC) melalui Yayasan Dharma Bhakti Berau Coal (YDBBC), bekerja sama dengan Puskesmas Kampung Labanan ... menggelar pengobatan gratis di Kampung Tumbit Melayu, Kecamatan Teluk Bayur, Senin (25/7/2016). Meski terik matahari menyengat kulit, namun tak menyurutkan niat puluhan warga setempat mendatangi Posyandu, yang menjadi pusat pengobatan gratis tersebut.

Sejak pukul 09.00 Wita, belasan warga bergantian memenuhi ruang pengobatan berukuran 5 x 6 meter untuk mendaftarkan diri, secara bergantian pula “curhat” tentang sakit yang mereka derita kepada beberapa dokter yang bertugas.

"Saya kemarin makan ikan tongkol dok, habis itu langsung gatal-gatal dan pusing," keluh Yanti, salah seorang pasien yang rupanya menderita alergi ikan tongkol kepada dokter, seraya diperiksa tensi darahnya.

Usai mendeteksi penyakit yang diderita pasiennya, kemudian selembar kertas berisi resep obat-obatan diserahkan kepada petugas apoteker.

"Obat yang ini diminum pagi separuh, siang separuh, jangan sampai yang ini tersisa ya bu. Kalo yang ini diminum setelah habis makan, kalau sudah tidak pusing lagi, obatnya jangan diminum lagi ya," jelas dokter kepada pasien sembari menyerahkan bungkusan obat-obatan.

Tak hanya orang dewasa, belasan anak kecil juga turut menjadi pasien dalam pengobatan gratis tersebut. Rata-rata mengeluhkan penyakit kulit, seperti gatal-gatal dan alergi makanan. Beberapa anak meramaikan suasana posyandu dengan jerit tangis mereka, ketika hendak diperiksa dokter. Selain penyakit-penyakit ringan, rata-rata warga usia dewasa rupanya menderita penyakit “kekinian” seperti  kolestrol, asam urat dan tekanan darah tinggi.

"Kebanyakan yang dikeluhkan pasien ini sakitnya kolestrol. Ada juga beberapa yang mengeluhkan sakit gigi," beber Agus Istikharah, salah satu bidan yang membantu proses pengobatan di Posyandu tersebut.

Sebagai bentuk realisasi Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan yang terkenal dengan nuansa warna hijau dan hitam tersebut, setiap tahun menggelar pengobatan gratis di puluhan kampung yang menjadi wilayah dampingan mereka.

Heriyadi, Koordinator Site Binungan Mine Operation (BMO), menyebutkan kegiatan tersebut merupakan yang perdana dilakukan untuk periode tahun 2016. Target ada sekitar 47 kampung yang akan menjadi sasaran pengobatan gratis tersebut yang dibagi dalam dua gelombang. Pada gelombang pertama, yakni antara bulan Juli hingga Agustus sekitar 20 kampung yang menjadi target pengobatan gratis.

"Comdev PT BC bekerja sama dengan Dinas Kesehatan melalui Puskesmas setempat melakukan pengobatan gratis kepada masyarakat Kampung Tumbit Melayu. Yang terlibat didalamnya juga seperti dokter umum, dokter gigi, perawat, analis maupun bidan," kata pria yang akrab disapa Heri, saat diwawancarai beraunews.com dilokasi pengobatan, Senin (25/7/2016).

Selain menyalurkan CSR, tujuan kegiatan tersebut diakuinya sebagai upaya agar pihaknya menjadi lebih dekat dengan masyarakat. Selain itu, akses menuju tempat pelayanan kesehatan yang memadai juga menjadi alasan dilakukannya pengobatan gratis kepada warga kampung binaan PT BC.

"Kami berharap bisa menjadi jembatan untuk memperkuat hubungan antara masyarakat dan pihak perusahaan sendiri, dan yang lebih penting dari itu semua adalah supaya masyarakat bisa lebih mudah mendapatkan pelayanan kesehatan. Karena saat ini beberapa kampung binaan kami, akses menuju ke tempat pelayanan kesehatan seperti Puskesmas itu cukup jauh," ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut pula, pihaknya dapat mengetahui tingkat kesehatan masyarakat kampung untuk kemudian dilaporkan kepada Dinas Kesehatan Berau.

Tak berselang lama, Pj Kepala Kampung Tumbit Melayu, Saharuddin didampingi  Sekretaris Kampung, M. Azhari,  turut meninjau langsung kegiatan yang dilaksanakan Comdev PT BC tersebut.

Tak hanya mengapresiasi, Saharuddin juga mengucapkan terima kasih atas terlaksananya pengobatan gratis di kampung tersebut. Baginya, hal itu menunjukkan kepedulian PT BC terhadap kesehatan masyarakat kampung. Apalagi, kesehatan merupakan harta yang tak ternilai harganya.

"Mereka (PT BC-red) tidak hanya memperhatikan kesehatan mereka saja, tetapi ada kepedulian dan perhatian kepada warga di kampung. Terima kasih kami sampaikan kepada PT BC yang telah memfasilitasi warga untuk pelayanan kesehatan. Juga kepada petugas kesehatan yang terlibat didalamnya," ucapnya disela-sela proses pengobatan.

Hingga pukul 12.00 Wita, puluhan pasien bergantian memadati meja antrian untuk mendaftar pada pengobatan gratis tersebut. Setelah melayani pasien-pasien yang datang belakangan, tim kesehatan yang bertugas menyantap makan siang bersama staf Comdev PT BC sambil berbincang-bincang santai. Terik matahari yang mengawali perjalanan tim pengobatan gratis digantikan oleh air hujan yang siap menyiram debu diperjalanan pulang menuju Tanjung Redeb.(mta/adv)