Puluhan Tahfidz Qur’an SMPIT Ash-Shohwah Dikarantina, Kenapa Ya?

 

TANJUNG REDEB – Memanfaatkan libur Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN), SMP Islam Terpadu Ash-Shohwah menggelar karantina tahsin dan tahfidz bagi peserta didik Kelas VII angkatan pertama di Hotel Nirwana Jl. SM. Aminuddin Tanjung Redeb.

Program yang digelar sejak tanggal 9 hingga 21 April 2018 itu, merupakan metode penggerak untuk anak muda maupun siapa saja yang berkeinginan hafal Al-Qur’an hanya dalam kurun waktu 1 bulan. Sistem yang digunakan pun cukup sederhana, yakni peserta hanya perlu fokus menyetorkan sejauh mana hafalan yang telah didapat.

Di Kabupaten Berau sendiri, kegiatan seperti ini baru pertama kali dilakukan oleh internal SMPIT Ash-Shohwah yang sebelumnya pelaksanaan serupa hanya berpartisipasi di daerah Kuningan Jawa Barat.

Pada pembukaan karantina tahsin dan tahfidz, tampak hadir Dinas Pendidikan, Ketua Yayasan Smpit Ash-Shohwah, Kepala Sekolah beserta pengajar SMPIT Ash-Shohwah, serta 22 orang peserta yang terdiri dari 8 peserta laki-laki dan 14 peserta perempuan.

 

Kepala Dinas Pendidikan Berau, Basri Sahrin melalui Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Suprapto, dalam sambutannya mengapresiasi ide SMPIT Ash-Shohwah melaksanakan kegiatan tersebut. Pasalnya, selain diyakini dapat meningkatkan nilai religius sejak dini, melalui program ini juga dapat membantu para calon tahfidz Qur’an dalam menghafal.

“Mewakili Kepala Dinas Pendidikan, menyampaikan terima kasih serta penghargaan yang setinggi-tingginya atas ide, sehingga terlaksananya kegiatan ini,” ujarnya.

Ia juga berharap, kegiatan yang digagas SMPIT Ash-Shohwah ini, dapat juga dilakukan oleh sekolah lainnya yang ada di Kabupaten Berau. Sebab, menurut Suprapto, dalam pendidikan penguatan karakter, telah ditegaskan bahwa lulusan sekolah harus memiliki 18 karakter, yang salah satunya adalah religius.

“Kegiatan seperti ini semestinya dapat ditiru dan diiukuti oleh sekolah-sekolah umum lainnya,” harapnya.

 

Sementara itu, Kepala Sekolah Smpit Ash Shohwah, Eka Saputra Syahramadhansyah mengatakan, pihaknya sengaja memanfaatkan waktu libur USBN untuk menggelar kegiatan ini, dengan tujuan meningkatkan, memperbaiki bacaan dan menambahkan hafalan Qur’an peserta didik.

“Alhamdulillah, sebelum karantina ini, anak didik kami, sudah ada yang hafal Qur’an baik 20 juz, 10 juz, 8 juz, 3 juz, 2 juz. Melalui karantina ini, diharapkan hafalan mereka semakin bertambah. Selain itu, dengan digelarnya karantina ini diharapkan mampu mencetak lebih banyak lagi para tahfidz muda yang ada di Kabupaten Berau,” tutupnya.(Advertorial/NR Dewi/bnc)