Berjalan Alot, Hamida Sahara Terpilih Kembali Pimpin JSIT Berau

 

TANJUNG REDEB – Musyawarah Daerah (Musda) ke-2 Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Kabupaten Berau menetapkan kembali Hamida Sahara, sebagai Ketua periode 2018-2022, setelah sebelumnya ia juga terpilih pada periode sebelumnya. Musda JSIT berlangsung di Aula SDIT Ash-Shohwah Jalan Al-Bina, Kamis (08/02/2018).

Terpilihnya Hamida berdasarkan rapat tim formatur yang terdiri dari 15 orang, yang terdiri dari pengurus wilayah JSIT Kaltim, pengurus daerah JSIT Berau, penasehat JSIT dan kepala sekolah Sekolah Islam Terpadu (SIT). Hamida dipilih setelah rapat tim formatur berjalan alot, sebab satu kandidat lainnya yakni Eka Saputra Syahramadansyah juga memiliki kemampuan dan kompetensi yang sama kuatnya dengan Hamidah.

“Sebenarnya ada beberapa nama yang diusulkan dari unit-unit yang tergabung di JSIT Kabupaten Berau, sesuai dengan kriteria yang ditentukan yang terpilih hanya 2 nama, yaitu Hamidah Sahara dan Eka Saputra Syahramadansyah. Setelah dilakukan screening lagi, ternyata Eka Saputra belum memenuhi kriteria usia yakni di atas 30 tahun,” ungkap Ketua Tim Formatur, Abdul Muthalib kepada beraunews.com.

Secara kemampuan, dikatakan pria yang juga Sekretaris JSIT Kaltim itu, kedua kandidat memiliki kapabilitas kemampuan yang sama. Pasalnya, keduanya merupakan stakeholder pimpinan yang ada di masing-masing unit sekolah, yang memiliki kemampuan untuk memimpin dan mengelola organisasi.

“Eka merupakan Kepala Sekolah SMPIT Ash-Shohwah, sementara Hamidah Ketau JSIT periode sebelumnya,” tuturnya.

Baca Juga : Musda 2 JSIT Berau, Diharapkan Kejar Lisensi Sekolah Percontohan

Terkait pemilihan yang didasarkan atas musyawarah dan bukan melalui voting suara, Muthalib menuturkan, pola komunikasi dan pengambilan keputusan di lingkup JSIT memang lebih mengedepankan musyawarah mufakat. Mengingat pemahaman yang dimiliki para anggota JSIT sudah sama, yakni JSIT merupakan ladang amal dan dakwah, sehingga untuk menjadikan pendidikan Islam yang ada di daerah memiliki daya saing yang baik dan sistem koordinasi yang baik, harus terus dilakukan musyawarah mufakat.

“Jadi Insyaa Allah tidak ada perbedaan pendapat yang tajam kemudian sampai pada kekecewaan karena tidak terpilih, itu tidak. Sehingga semuanya berdasarkan musyawarah,” tandasnya.

Ditemui terpisah, Hamidah mengungkapkan rasa tak percayanya terpilih kembali, apalagi kandidat lainnya memiliki kemampuan yang dinilainya lebih mumpuni. Namun demikian, ia bertekad untuk bekerja lebih keras lagi. Pengalaman kepemimpinan sebelumnya dijadikan sebagai batu pijakan untuk menjalani kepengurusan periode selanjutnya. Tentunya dengan semangat dan program kerja yang baru pula.

“Alhamdulillah walaupun berat tapi dicoba menjalani lagi, karena kemarin juga sudah ada pengalaman yang alhamdulillah sangat membantu. Jadi tinggal melanjutkan saja lagi dan mungkin menambah program kerja,” tuturnya.

Selain itu, dikatakan Hamidah, sesuai amanat yang disampaikan Ketua JSIT Kaltim, Abdul Wahab Syahrani, maka direncanakan akan dibuka lagi Sekolah Islam Terpadu di Kabupaten Berau.

“SIT yang dibuka itu, utamanya di daerah pesisir seperti Talisayan, Batu putih, dan lain sebagainya,” tandasnya.

Selain memilih ketua, tim formatur juga menetapkan sekaligus sekretaris, bendahara, dan jajaran pengurus JSIT periode 2018-2022. Beberapa jajaran pengurus tersebut terbagi dalam banyak bidang seperti bidang penjaminan mutu, bidang kesiswaan dan pramuka, bidang pengembangan usaha, bidang humas dan kerjasama lembaga.(advertorial/hnf/bnc)