Festival Tari 2017 Garapan DKD, Resmi Dibuka

 

TANJUNG REDEB – Festival Tari yang digelar Dewan Kesenian Daerah (DKD) secara resmi dibuka Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau, Kamis (14/12/2017) malam, di Gedung Busak Malur Tanjung Redeb. Acara yang digelar hingga Sabtu (16/12/2017) mendatang tersebut dihadiri oleh sekitar 20 paguyuban, 25 grup tari, serta tamu undangan lainnya.

Ketua Panitia Festival Tari 2017, Khairul Anwar Pangkul dalam sambutannya menyampaikan, dalam festival kali ini, pihaknya menggelar 6 jenis perlombaan, yakni lomba tarian Banua, lomba tari Bajau, lomba tari Dayak, lomba tari tradisional nusantara, lomba tarian kreasi modern dance dan lomba nyanyi lagu Berau.

“Semangat dari anak-anak sekolah, generasi muda, paguyuban dan seniman mengikuti festival ini sangat besar sekali. Terbukti, ada 20 paguyuban, 25 grup tari, dan 20 peserta lagu Berau yang berpartisipasi pada Festival Tari 2017 ini,” ucapnya.

“Semoga ke depannya, acara ini bisa lebih besar dan lebih baik lagi. Untuk itu, kami ucapkan terima kasih banyak kepada Pemkab Berau yang telah memberikan kepercayaan kepada Dewan Kesenian Daerah (DKD) untuk melaksanakan acara ini,” tambahnya.

BACA JUGA : Mulai Hari Ini, DKD Berau Gelar Festival Tari 2017

Sementara itu, Ketua Dewan Kesenian Daerah (DKD) Berau, Aan Wibowo berharap, agar pelaksanaan kegiatan yang sudah dinanti-nanti oleh para seniman Berau ini, dapat terlaksana secara rutin dan sesering mungkin, sehingga harapan untuk mengeksiskan kesenian asli daerah Berau, bisa diwujudkan bersama.

 

Selain itu, perhatian kepada para seniman dari instansi terkait juga sangat penting untuk terus dilakukan. Pasalnya, para seniman tidak akan tumbuh dan berkembang, jika tidak ada perhatian dan bimbingan.

“Ketika ada even dan seremonial, seniman-seniman kita bisa dilibatkan. Itu merupakan wujud perhatian. Perhatian ini merupakan cikal bakal mewujudkan mimpi agar tarian dan kesenian lokal di Berau bisa go nasional dan go internasional. Selain, kemauan dan dukungan kita bersama tentunya,” tuturnya.

 

Senada dengan Aan, Kepala Disbudpar Berau Mappasikra Mappaseleng melalui Kepala Bidang Kebudayaan, Saprudin Ithur menyampaikan, dengan diadakannya kegiatan semacam ini, selain dapat menumbuhkembangkan seni dan budaya yang dimiliki Kabupaten Berau, juga dapat memperkenalkan Berau sebagai tempat wisata yang banyak menjadi tujuan para wisatawan.

“Selain kearifan lokal yang masih terjaga, Berau juga merupakan destinasi liburannya yang populer. Ayo kita bersama-bersama majukan dan bersaing di dunia internasional, sesuai dengan tatanan kebudayaan ke-Indonesiaan. Mari kita bersama-sama kembangan seni yang merupakan kebudayaan nasional. Hal itulah yang membedakan bangsa Indonesia dengan yang lain, dari situlah bakat kita sebagai jati diri bangsa Indonesia,” tutupnya.(advertorial/Miko Gusti Nanda/bnc)