REI Komisariat Berau Dipastikan Terbentuk

 

TANJUNG REDEB – Satu lagi organisasi profesi hadir di Kabupaten Berau, setelah Real Estat Indonesia (REI) Komisariat Berau memastikan berdiri sejak Senin (04/12/2017) malam. Kepastian tersebut disampaikan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Berau, Fitrial Noor kepada beraunews.com.

Dikatakannya, REI Komisariat Berau terbentu setelah dijembatani Kadin, agar pelaku usaha yang bergerak di sektor pengembangan perumahan dapat memiliki wadah naungan organisasi yang tepat.

“Di awali dari diskusi di media sosial WhatssApp, disepakati malam ini dilakukan pertemuan sekaligus penyusunan pengurus REI Komisariat Berau,” ungkap pria yang akrab disapa Bung Piepit ini.

Agenda penyusunan pengurus REI Komisariat Berau ini, dikatakan Bung Piepit, juga atas restu dan dukungan dari Ketua DPD REI Kaltim, Arief Rahman Hasyim. Alhamdulillah, setelah bermusyawarah, telah tersusun struktur kepengurusan lengkap dengan bidang-bidangnya. Dimana terpilih sebagai Ketua REI Komisariat Berau adalah Yunn Lee, Sekretaris Hatta Basrie dan Bendahara Wahid Hasim.

“Kadin dalam hal ini sebagai Pembina. Dengan terbentuknya REI Komisariat Berau ini, maka secara legalitas sudah ada organisasi yang menaungi para pelaku pengembangan perumahan di Berau,” tuturnya.

Untuk diketahui, lanjut Bung Piepit, para pelaku pengembangan perumahan di Kabupaten jumlahnya memang tidak terlalu banyak, berkisar 10 perusahaan. Dan yang hadir bermusyawarah malam ini, ada 8 perusahaan, yakni PT Borneo Mandiri Indonesia, PT Iko Bana Rasaki, PT Griya Maxindo, PT Kaltim Mandiri Development, PT Pulau Mahakam Indonesia, PT Nadhir Inti Griyatama, PT Gaweane Wong Jatipurus dan PT Saoda Energy Land.

“Insya Allah ini sudah sangat mewakili, kita juga tidak bisa memaksakan pelaku usaha lainnya untuk bergabung atau tidak. Namun demikian, jika yang lain ingin bergabung, kami dengan tangan terbuka menyambutnya,” imbuhnya.

Sementara Ketua REI Komisariat terpilih, Yunn Lee mengatakan, REI lahir di Berau atas dasar kesamaan sejarah diantara sesama pelaku pengembangan perumahan, mulai dari kendala hingga persyaratan minimal jumlah anggota untuk terbentuknya Komisariat REI.

“Syarat minimal itu sudah dapat kita penuhi, sebab syaratnya hanya 5 anggota,” ujar pria yang akrab disapa Uwo itu.

Dengan terbentuknya REI, lanjut Uwo, dapat dijadikan wadah silaturrahmi bertukar pikiran sekaligus memperkokoh nilai tawar para pelaku pengembangan perumahan, baik ke perbaikan maupun ke pemerintahan.

“Juga tidak menutup kemungkinan, membangun konsorsium bersama dengan tujuan membangun Berau, khususnya mencukupi kebutuhan masyarakat yang belum memiliki rumah,” tandasnya seraya mengatakan, pihaknya akan segera mengurus legalitas terbentuknya REI Komisariat Berau melalui DPD REI Kaltim.(advertorial/bnc)