Gelar Sinkronisasi di Kelurahan Gunung Tabur, PT Berau Coal Minta Proposal Segera Disusulkan

 

GUNUNG TABUR – Setelah menggelar sinkronisasi program Corporate Social Responsbility (CSR) di Kelurahan Gunung Panjang dan Kelurahan Teluk Bayur, Yayasan Dharma Bakti Berau Coal (YDBBC) selaku pengelola CSR PT Berau Coal, kembali menggelar sinkronisasi di Kelurahan Gunung Tabur yang merupakan wilayah site Lati Mine Operation (LMO).

Sinkronisasi yang digelar Kamis (30/11/2017), dihadiri Lurah Gunung Tabur Lutfi Hidayat, Sekretaris Lurah Gunung Tabur, Nuransyakh, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Abdullah Usman, Forum Rukun Tetangga (RT) dan pihak lainnya.

Koordinator CSR Site LMO, Hery Safrani saat ditemui beraunews.com usai sinkronisasi mengatakan, sinkronisasi program rutin dilakukan setiap tahun berdasarkan usulan dari 47 kampung dampingan PT Berau Coal, dan tentunya berdasarkan empat pilar CSR PT Berau Coal, yakni pendidikan, kesehatan, lingkungan sosial budaya, ekonomi ditambah dan infrastruktur. Menurutnya, seluruh usulan yang disampaikan dan disepakati melalui sinkronisasi untuk tahun 2018, wajib direalisasikan melalui CSR PT Berau Coal dari Januari hingga Desember 2018.

“Namun demikian, dalam merealisasikan usulan program tersebut, tetap menyesuaikan dengan batasan-batasan yang sesuai dengan kemampuan PT Berau Coal. Selain itu, agar apa yang disepakati dalam sinkronisasi ini dapat terealisasi, kami minta kelurahan/kampung segera membuat proposalnya,” tuturnya.

Terkait realisasi program CSR tahun 2017 di Kelurahan Gunung Tabur, Hery mengatakan, dari seluruh usulan program tahun berjalan, realisasinya mencapai 100 persen. Berdasarkan data pihaknya, menurut Hery, berikut program-program yang telah terealisasi di Kelurahan Gunung Tabur :

  1. Bidang pendidikan : Peningkatan pendidikan PAUD/TK, pengembangan perpustakaan dan beasiswa.
  2. Bidang kesehatan : Peningkatan sanitasi lingkungan, pemeriksaan kesehatan masyarakat, sarana penunjang posyandu lansia dan peningkatan perlengkapan posyandu.
  3. Bidang Lingkungan Sosial Budaya : Pagelaran seni dan budaya, penguatan kelembagaan, insentif perawat dan sembako Putri Keraton, insentif pelatih tari Museum Batiwakkal, peremajaan alat musik kesenian tari Museum Batiwakkal, bantuan bencana alam, agribisnis kakao, sambung samping dan pembuatan gapura.

“Secara umum tidak ada kendala dalam merealisasikan usulan program CSR PT Berau Coal di tahun 2017 ini. Bahkan, ada program di luar kesepakatan hasil sinkronisasi, tetap kami bantu realisasikan, karena urgent berdasarkan permintaan kampung. Jadi tidak mutlak di sini (sinkronisasi-red) saja, kita masih fleksibel,” ujarnya.

 

Menanggapi hal itu, Lurah Gunung Tabur, Lutfi Hidayat menyambut baik inisiatif Berau Coal yang rutin menggelar sinkronisasi program CSR di tengah kondisi APBD yang defisit. Apalagi, kelurahan sangat bergantung pada APBD, berbeda dengan kampung yang memiliki Alokasi Dana Kampung (ADK) dan Alokasi Dana Desa (ADD).

“Kami berterima kasih kepada PT Berau Coal yang kembali melaksanakan sinkronisasi program CSR-nya. Kita sangat berharap, program yang disepakati bisa terealisasi secara nyata dan memberikan manfaat untuk orang banyak (masyarakat-red),” tandasnya.(Miko Gusti Nanda/bnc)