Satukan Persepsi, PT Berau Coal Kembali Gelar Sinkronisasi di Kelurahan Teluk Bayur

 

TELUK BAYUR – Yayasan Dharma Bakti Berau Coal (YDBBC) selaku pengelola Corporate Social Responsbility (CSR) PT Berau Coal kembali menggelar sinkronisasi program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) 2018. Setelah sebelumnya dilaksanakan di Kantor Kelurahan Gunung Panjang, Rabu (22/11/2017) lalu, kali ini sinkronisasi digelar di Kantor Kelurahan Teluk Bayur, Selasa (28/11/2017) dan dihadiri Sekretaris Camat Teluk Bayur, Forum Rukun Tetangga (RT) Kelurahan Teluk Bayur, perwakilan sekolah-sekolah serta perwakilan puskesmas dan posyandu.

Koordinator CSR Site Sambarata Mine Operational (SMO) HO, Ary Hendra saat ditemui beraunews.com usai sinkronisasi mengatakan, sinkronisasi program guna menyamakan persepsi, pendapat serta mengambil titik temu ini, memang rutin dilakukan setiap tahun, dan dilaksanakan bertahap di kampung-kampung dampingan yang bersinggungan dengan operasional PT Berau Coal.

“Sinkronisasi program PT Berau Coal ini bertujuan, agar program yang diusulkan melalui program-program pemberdayaan CSR PT Berau Coal, berjalan sesuai dengan apa yang dibutuhkan masyarakat, serta tidak tumpang tindih dengan program pemerintah kampung dan pemerintah daerah. Melalui sinkronisasi, harapan kita di tahun 2018 sudah punya gambaran final program CSR yang akan dilaksanakan,” jelasnya.

Berdasarkan hasil sinkronisasi, tambah Ary, untuk tahun depan masih didominasi usulan sarana maupun prasarana pekerjaan fisik, baik bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan sosial budaya hingga bidang ekonomi.

“Selain itu, untuk tahun mendatang usulan juga bertambah untuk bidang kepariwisataan, khususnya potensi pariwisata yang dapat dikembangkan dan menjadi potensi di kampung dan kelurahan,” ujarnya.

Selain melaksanakan sinkronisasi program tahun 2018, dalam acara tersebut juga disampaikan realisasi sinkronisasi program tahun 2017. Dimana, dari seluruh usulan program tahun berjalan, realisasinya menurut Ary, mencapai hampir 95 persen. Sementara sisanya, akan direalisasikan sebelum akhir tahun 2017.

Berdasarkan data pihaknya, program-program yang telah terealisasi, yakni :

  1. Bidang pendidikan, ada 5 paket, yaitu 3 SD, 1 TK, dan 1 SMP. Sedangkan untuk beasiswa SPP, terealisasi 30 mahasiswa dari 40 mahasiswa yang diusulkan, sebab hanya 30 mahasiswa yang mengajukan berkas. Sementara untuk program rumah pintar, hingga saat ini belum ada feedback (kelanjutannya).
  2. Bidang kesehatan, ada 12 posyandu dan 1 puskesmas dimana hampir semuanya terealisasi. Sedangkan, untuk pengolahan sampah, tong sampah akan segera diserahkan ke pihak Kelurahan Teluk Bayur. Sementara, pembangunan posyandu Karya Bakti tinggal menunggu direhab.
  3. Bidang Lingkungan Sosial Budaya, ada 4 paket, fasilitas keagamaan dan Taman Pendidikan Alquran (TPA), pembangunan infrastruktur Surau di RT 20.

“Secara umum tidak ada kendala dalam merealisasikan usulan program CSR PT Berau Coal di tahun 2017 ini. Namun, setiap sinkronisasi kami selalu sampaikan bahwa CSR PT Berau Coal tidak berbicara bantuan dana, melainkan berbentuk program. Hal itu, dilakukan dengan harapan melalui pelaksanaan CSR PT Berau Coal, masyarakat bisa lebih mandiri dalam rangka memajukan ekonomi masyarakat di lingkar tambang,” bebernya.

 

Menanggapi hal itu, Sekretaris Camat Teluk Bayur, Muhammad Said menyambut baik inisiatif Berau Coal yang selalu rutin melaksanakan sinkronisasi program CSR, di tengah kondisi keuangan daerah yang defisit. Sementara program-program yang diusulkan melalui pembiayaan CSR PT Berau Coal 2018, kata Said, merupakan hasil usulan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang tidak bisa direalisasikan melalui APBD.

“PT Berau Coal patut diapresiasi dengan menyusun program sinkronisasi ini. Hal ini menunjukkan kepedulian perusahaan dengan masyarakat, terutama yang ada di lingkar tambang. Kita berharap kegiatan-kegiatan yang tidak masuk di APBD, dapat direalisasikan melalui dana-dana yang ada di perusahaan,” tandasnya.(Miko Gusti Nanda/bnc)