Dit Pamobvit Polda Kaltim : Sebagai Obyek Vital Nasional, PT Berau Coal Harus Dijaga Keamanannya

 

TANJUNG REDEB – Direktorat Pengamanan Objek Vital (Dit Pamobvit) Polda Kaltim melaksanakan kegiatan asistensi dan sosialisasi sistem manajemen pengamanan pada Objek Vital Nasional (Obvitnas) dan objek tertentu ke PT Berau Coal, Jumat (24/11/2017).

Dalam pelaksanaan supervisi tersebut, Kepala Sub Direktorat Lembaga Negara (Kasubdit Lemneg), AKBP Sumarno dan Kepala Sub Direktorat Kawasan Tertentu (Kasubdit Waster), AKBP Fajar Nuardimi, melaksanakan asistensi terhadap sistem pengamanan yang ada di PT Berau Coal sebagai salah satu obvitnas yang ada di Kalimantan Timur.

Bertempat di Eboni Meeting Room, kunjungan Dit Pamobvit Polda Kaltim tersebut, disambut VP Operations Support and Relations PT Berau Coal, Gatot Budi Kuncahyo, Kepala Teknik Tambang (KTT) PT Berau Coal, Ferry Indrayana, Div Head Corp Comm dan License PT Berau Coal, Yoyok N Pramono dan beberapa perwakilan manajemen PT Berau Coal.

Kasubdit Lemneg, AKBP Sumarno menyampaikan, kunjungan pihaknya, selain untuk meningkatkan silaturahmi, juga bertujuan untuk menguatkan kerja sama yang baik antara PT Berau Coal dengan Polres Berau dan juga Polda Kaltim.

“Berau Coal adalah salah satu obyek vital nasional yang memiliki nilai strategis kepada kepentingan nasional, sehingga keberadaan dan kegiatan operasionalnya perlu dijaga keamanannya sesuai dengan Peraturan Kapolri Nomor 13/2017 tanggal 22 Agustus 2017 tentang Pemberian Bantuan Pengamanan Pada Objek Vital Nasional dan Objek Tertentu,” ujarnya.

Sementara, Kasubdit Waster, AKBP Fajar Nuardimi meminta agar setiap operasional tambang yang dijalankan PT Berau Coal, harus taat pada aturan dan hukum yang berlaku. Berbagai jenis gangguan terhadap usaha yang taat pada aturan, bisa dipandang sebagai upaya melanggar hukum dan harus ditindak tegas.

 

“Berau termasuk wilayah yang memiliki ketertiban hukum dan ketertiban sosial yang baik, kondusif untuk usaha, kondisi seperti ini yang perlu dijaga bersama, upaya-upaya yang menganggu ketertiban sosial dan hukum dengan membawa isu sara untuk kepentingan pribadi, akan ditindak tegas,” imbuhnya.

Menanggai hal tersebut, Gatot Budi Kuncahyo mengapresiasi sekaligus berterima kasih atas kunjungan Dit Pamobvit Polda Kaltim. Dikatakannya, saat ini, kerja sama PT Berau Coal dengan aparat kepolisian sudah berjalan sangat baik. Ia berharap, melalui kunjungan asistensi kali ini, dapat semakin memperkuat kerjasama yang sudah terjalin baik selama ini. 

“Berau Coal sebagai obyek vital nasional dapat beroperasi dengan lancar dan dapat menjalankan peran strategis dalam memberi pemasukan bagi negara dan memastikan ketersediaan suplai batubara sebagai bahan baku ketersediaan listrik nasional, tentunya tak terlepas dari peran pihak kepolisian,” tandasnya.

Untuk diketahui, PT Berau Coal ditetapkan sebagai objek vital nasional pada tanggal 21 Desember 2012 melalui Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 3407 K/07/Mem/2012 tentang Penetapan Obyek Vital Nasional di Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral, bersama 323 objek vital nasional lainnya.(bnc)