Jembatan Eboni Menjadikan Segalanya Makin Mudah

 

TANJUNG REDEB – “Akses ke sekolah sekarang jadi lebih mudah, sebelumnya harus lewat ketinting dulu baru naik motor lagi ke sekolah. Kalau cuaca bagus ya Alhamdulillah. Tapi kalau cuaca tidak mendukung ya kasihan juga. Biasanya pulang sekolah jam 1, tapi sampai ke rumah bisa jadi jam 2 atau lebih dari itu. Habis waktu di jalan saja,” ujar salah seorang pelajar SMA 2 Berau, Mukhlas, yang bertempat tinggal di Kampung Tasuk.

Diakuinya, banyak perubahan dan manfaat dari bantuan yang diberikan PT Berau Coal tersebut. Perjalanannya menuju sekolah yang dulunya sangat sulit dan memakan waktu cukup lama, kini menjadi lebih mudah, bahkan tak sampai setengah jam.

Hal serupa juga turut dirasakan Muthalib (43), warga kampung Tasuk yang juga seorang pengusaha katering. Sejak jembatan tersebut dibangun, ia merasa sangat terbantukan dalam hal akses jalan dan menekan biaya transportasi dalam usahanya.

“Sangat terasa sekali perubahannya. Sejak ada jembatan ini, kami sangat terbantukan. Kalau biasanya butuh waktu 1 jam untuk ke pasar kilo lima (Pasar Sanggam Adji Dilayas-red), sekarang malah tidak sampai setengah jam sudah sampai. Biaya perjalanan juga semakin bisa kami tekan,” ungkapnya saat ditemui beraunews.com beberapa waktu lalu.

Sejak diresmikannya jembatan Eboni, yang menghubungkan Kampung Tasuk, Kecamatan Gunung Tabur, ke wilayah perkotaan, beberapa bulan lalu, memang banyak manfaat besar yang dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar.

BACA JUGA : Jembatan Eboni Menghubungkan Kampung dengan Kota, Melipat Jarak dan Waktu

 

Sebelum jembatan tersebut dibangun, kegiatan masyarakat terbilang bergerak cukup lambat dan memakan waktu serta biaya yang lumayan besar. Masyarakat yang ingin melakukan kegiatan perekonomian, pendidikan, sosial, maupun kesehatan harus menyeberang menggunakan ketinting (alat transportasi tradisional-red). Bahkan, untuk akses selanjutnya pun mereka harus menginapkan kendaraan di seberang kampung.

Setelah jembatan tersebut berdiri tegak, aktivitas masyarakat pun berubah drastis. Mereka memanfaatkan jembatan yang merupakan salah satu program Corporate Social Responsibility (CSR) PT BC tersebut untuk kegiatan sehari-hari, baik ke pasar, ke sekolah, ke rumah sakit maupun memperlancar usaha dan bisnis mereka di pusat kota.

Kini, untuk mencapai rumah sakit juga bisa kapan saja, tanpa terbatas waktu, karena dengan adanya jembatan Eboni ini juga, masyarakat Kampung Tasuk cukup melewati jalur darat untuk mencapai RSUD.

“Biasanya kalau mau ke rumah sakit harus menyeberang pakai ketinting, kalau bawa orang sakit kan susah, apalagi kalau sakitnya parah sampai tidak bisa bangun. Sedangkan kalau lewat darat kan, warga yang sakit bisa dibawa pakai mobil, atau bahkan ambulan,” imbuhnya.

Baginya dan warga di sana (Kampung Tasuk-red), bantuan yang diberikan PT BC untuk masyarakat tersebut sangat bermanfaat.

“Kami sangat berterimakasih atas apa yang diberikan PT BC kepada masyarakat kampung. Dengan segala fasilitas ini kegiatan kami menjadi lebih mudah,” ucapnya.(bnc)