Infrastruktur Jaringan Listrik 24 Jam, Salah Satu Manfaat CSR PT Berau Coal

 

SAMBALIUNG – Senyum kini bisa terlihat di masyarakat Kampung Bena Baru Kecamatan Sambaliung. Pasalnya, listrik yang selama ini hanya bisa dirasakan selama 12 jam, akhirnya sudah dapat dinikmati selama 24 jam. Hal ini karena adanya jaringan listrik yang dibangun oleh PT Berau Coal, yang diresmikan sejak Januari 2017 lalu.

Tak dapat dipungkiri, listrik memang kebutuhan yang sangat penting bagi masyarakat, terlebih di zaman seperti sekarang ini, dimana semuanya menggunakan listrik. Tetapi, jarak kampung yang terhitung sulit dijangkau, menjadi kendala susahnya pasokan listrik untuk dapat masuk ke wilayah perkampungan.

Sejak tahun 2008 silam, untuk menunjang kebutuhan listrik di Kampung Bena Baru, PT Berau Coal melalui program corporate sosial responbility (CSR) menyediakan pasokan listrik yang mampu menerangi kampung budaya tersebut selama 12 jam.

Namun, sejak tiga tahun terakhir, tepatnya 2014 hingga awal 2017, PT Berau Coal berhasil membangun infrastruktur jaringan listrik dengan biaya sekitar Rp2 Miliar. Infrastruktur tersebut meliputi saluran udara tegangan menengah (SUTM) sepanjang 2,7 Kilometer, saluran udara tegangan rendah (SUTR) sepanjang 1,9 Kilometer, satu unit tranfsormator 250 KVA, jaringan crossing SUTR dengan kumisan 50 tiang, foding 36 meter dan satu unit tangga. Selain itu, juga pemasangan instalasi sambungan ke 170 rumah dengan daya listrik 1300 VA/6A dan beserta Sertifikat Laik Operasinya SUTM, SUTR dan Trafo.

Diakui Pejabat Sementara (Pjs) Kepala Kampung Bena Baru, Yulius, dengan adanya pembangunan infrastruktur listrik oleh PT Berau Coal, memang sangat bermanfaat bagi masyarakat di kampungnya. Terlebih, karena listrik tersebut sudah tersalurkan hingga ke tiap-tiap rumah warga di Kampung Bena Baru, yang berjumlah kurang lebih 225 Kepala Keluarga (KK) ini.
 
“Dulu, sebelum adanya pembangunan infrastruktur listrik oleh PT Berau Coal ini, untuk menonton televisi pada siang hari saja susah. Tetapi sekarang, kami sudah bisa menikmati penggunaan listrik selama sehari penuh,” ungkapnya.

Mulanya, sewaktu listrik masih dinikmati selama 12 jam yakni dari sore hingga pagi, PT Berau Coal telah memberikan bantuan genset, dan kini dengan bantuan infrastruktur jaringan listrik, listrik telah diupgrade hingga bisa menyala sampai 24 jam.

“Perekonomian masyarakat di Kampung Bena Baru juga semakin meningkat, karena sekarang semua pekerjaan bisa dilakukan kapan saja, entah pagi, siang, maupun malam, sedangkan dulu terbatas. Kalaupun mau pakai genset untuk mengerjakan sesuatu juga mikir, takut listriknya tidak mampu,” imbuhnya.

Yuliana, salah satu warga Kampung Bena Baru yang ditemui beraunews.com, juga mengungkapkan rasa gembiranya atas adanya jaringan listrik yang dibangun oleh PT Berau Coal ini.

“Sekarang semua kegiatan rumah mulai dari mencuci, memasak, tinggal colok ke listrik, mau itu pagi, siang ataupun malam. Kalau dulu kan susah, mau pakai mesin cuci saja harus menunggu malam, saat listrik dinyalakan, dan itupun masih terbatas pemakaian karena sumber listriknya hanya dari genset,” terangnya.(bnc)