Nota Kesepahaman SIS dan YDBCC Tentang Pelatihan dan Penyerapan Tenaga Kerja Masyarakat Lingkar Tambang, Diteken

 

TANJUNG REDEB – Kamis (25/05/2017) bertempat di Berau Training Center (BTC) Tanjung Redeb, Kalimantan Timur, PT. SIS (Saptaindra Sejati) bekerjasama dengan Yayasan Dharma Bhakti Berau Coal (YDBBC) melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Pelatihan dan Penyerapan Tenaga Kerja Masyarakat Lingkar Tambang.

PT SIS adalah sebuah perusahaan nasional yang bergerak di bidang jasa pertambangan, dimana PT Adaro Energy, Tbk sebagai holding company (induk perusahaan). SIS memiliki wilayah kerja di provinsi Kalimatan Selatan dan Kalimantan Timur. Sebagai penyedia jasa kontraktor yang sudah malang melintang selama 15 tahun, SIS sudah mencetak banyak tenaga kerja terampil yang dibutuhkan oleh dunia kerja khususnya perusahaan yang ada di Kabupaten Berau. Sedangkan YDBBC merupakan yayasan yang salah satu bidang usahanya adalah menyelenggarakan pelatihan dan kompetensi.

Salah satu buktinya adalah dengan pelaksanaan program Operator Preparation Program (OPP) dan Mechanic Preparation Program (MPP) sejak tahun 2008. OPP merupakan pelatihan khusus bagi calon operator lulusan Sekolah Menengah Atas (sederajat), sementara MPP merupakan pelatihan bagi calon mekanik handal lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (teknik) atau Sekolah Menengah Atas jurusan IPA.

Tetapi, sebelum bisa mengikuti pelatihan dan pemagangan ini, para calon operator dan mekanik tersebut harus melengkapi persyaratan administrasi, dan mengikuti beberapa tahapan tes perusahaan.

Tujuan dari pelaksanaan program ini guna mengakomodir tenaga kerja lokal di area operasional perusahaan, dan juga sekaligus sebagai bentuk kontribusi SIS dalam pemberdayaan tenaga kerja lokal.

Selain itu, SIS memiliki komitmen terhadap lingkungan. Selain melaksanakan 4 Pilar Corporate Social Responsibility (CSR), yakni pembinaan ekonomi, pembinaan pendidikan, pembinaan kesehatan dan pembinaan sosial budaya agama dan olahraga, SIS juga memiliki standar keselamatan kerja yang tinggi. Dengan didukung oleh tenaga kerja yang mempunyai kompetensi dan keterampilan di bidangnya masing-masing.

Project Manager PT SIS, Didit Pramudya, juga menjelaskan, sesuai dengan kebutuhan dan permintaan kenaikan produksi, misalkan dengan operator eksisting ataupun karyawan eksisting sekarang, masih dihitung terasa kurang, barulah kita melakukan rekrutmen.

“Jadi rekrutmen yang kita lakukan ini memang memprioritaskan masyarakat lingkar tambang, yang akan diikutsertakan dalam proses seleksi penerimaan karyawan dengan standar yang ditetapkan perusahaan. Artinya masyarakat yang benar-benar mendapat dampak dari aktivitas operasional, jadi mereka juga harus merasakan manfaat positif dari adanya kegiatan di area tersebut. Ketika kebutuhan tenaga kerja belum terpenuhi dari masyarakat lingkar tambang, maka perusahaan akan membuka peluang untuk masyarakat ring dua, tapi tetap memprioritaskan masyarakat lokal Berau. Bahkan, di Berau Coal pun sudah ada kebijakan dimana setiap penerimaan karyawannya harus menunjukkan identitas KTP Berau, Akte Kelahiran dan Kartu Keluarga, sebagai salah satu syarat administrasinya, yang menunjukkan bahwa ia memang benar warga asli Berau,” bebernya.

Sedangkan kebutuhan saat ini yang diminta oleh Berau Coal, membutuhkan sekitar 200 karyawan baru untuk mensupport kenaikan produksi tahun ini. Harapannya, jika SIS diberi kepercayaan untuk memenuhi kebutuhan tersebut, maka SIS akan selalu siap.

“Untuk program pelatihannya selain disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan, juga mengikuti perkembangan teknologi industri yang ada. Jadi tidak menutup kemungkinan nantinya pelatihan yang masuk dalam kurikulum juga mengikuti perkembangan tersebut,” jelasnya.

 

Presiden Direktur Berau Coal, Fuganto Widjaja dalam sambutannya juga mengamini program pelatihan pemagangan yang dilakukan SIS selama ini, karena menurutnya dengan begini maka tenaga kerja lokal juga dapat memiliki keterampilan dan skill yang mumpuni, yang dibutuhkan oleh perusahaan.

“Dan ke depannya nanti pekerja asal Berau juga bisa bekerja di area pertambangan di seluruh Indonesia, karena sudah memiliki keahlian yang dibutuhkan. Seperti yang dilakukan SIS, biasanya ada rotasi pekerja dari satu daerah ke daerah lain, dengan tujuan memberikan pengalaman bagi para pekerjanya, dan ini tidak menutup kemungkinan juga bagi pekerja asal Berau nantinya,” terangnya.

 

Sedangkan Bupati Berau, Muharram yang juga hadir dalam acara tersebut memberikan apresiasi kepada SIS dan YDBBC yang sudah melaksanakan program ini. Menurutnya, ini menjadi langkah strategis khususnya bagi SDM muda di Berau. Selain itu juga bagus bagi perusahaan karena dengan pelatihan ini, akan meningkatkan kinerja karyawannya.

“Sebagai Bupati Berau saya senang dan menyambut baik adanya program rekrutmen tenaga kerja melalui program ini. Dan semoga langkah ini bisa ditiru oleh perusahaan-perusahaan lain, sehingga target masuk perusahaan bisa memberdayakan tenaga kerja lokal juga terpenuhi. Dimana ini merupakan cara penyambungan yang bagus antara kebutuhan perusahaan dengan SDM yang ada di Berau,” ucapnya dalam sambutannya.

“Bangun kesepahaman yang baik dalam kerjasama ini, dan selanjutnya untuk pengusaha-pengusaha dan pemilik perusahaan yang ada di Berau paling tidak SDM yang ada atau lokal bisa diberdayakan semaksimal mungkin, kalaupun tidak bisa ya setidaknya ada pemagangan seperti yang dilakukan SIS dan YDBBC ini,” imbuhnya.

Bupati juga berpesan, agar 30 orang yang mengikuti pelatihan ini bisa memanfaatkan sebaik-baiknya kesempatan yang ada.

“Mudahan ini bisa terus berlanjut, dan bagi kalian yang mengikuti pelatihan ini, jangan disia-siakan karena saya yakin rekrutmen dan pelatihan ini biaya yang dikeluarkan perusahaan tidak sedikit, nah kalian yang sudah diberi kesempatan ini manfaatkan dengan baik,” harapnya.(bnc)