Dukung Nawacita Presiden, Bapelitbang Gelar Sosialisasi Agropolitan Menuju Berau Sedasa 2021

 

TANJUNG REDEB – Untuk mendukung terwujudnya program nawacita yang dicanangkan Presiden, Joko Widodo, membangun dari pinggiran, Badan Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang), menggelar sosialisasi proyek perubahan ‘Agropolitan Menuju Berau Sejahtera dan Berdaya Saing (Sedasa) 2021’.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di ruang rapat Kantor Kecamatan Sambaliung, Selasa (02/05/2017), dan diikuti sejumlah peserta dari beberapa kampung, perusahaan, dan pelaku usaha dari beberapa sektor seperti pertanian, perkebunan hingga perikanan.

Kegiatan tersebut, dikatakan Kepala Sub Bidang Agro, Bapelitbang, Slamet Riyadi, merupakan sosialisasi untuk menerapkan sistem integrasi antar sektor pertanian dengan beberapa sektor lainnya, seperti tanaman pangan, perkebunan dan perikanan.

 

Dengan mengintegrasikan beberapa sektor tersebut, kemudian melanjutkan bagaimana menjadikan suatu kawasan pertanian menjadi kawasan yang integratif melalui beberapa Kawasan Sentra Produksi (KSP) yang saat ini telah ditunjuk oleh pihaknya untuk diterapkan sistem tersebut.

“Ini adalah program kami untuk mengintegrasikan sektor pertanian secara holistik dan tematik. Akan dimulai dari KSP Sambaliung, yang terdiri dari empat kampung, yakni Sei Bebanir Bangun, Tanjung Perangat, Gurimbang, dan Sukan,” ungkapnya.

Adapun hasil yang ingin didapatkan dari program tersebut ialah adanya kolaborasi efektif dan efisien dari setiap OPD maupun SKPD yang menangani ruang lingkup pertanian secara luas, kolaborasi antara kecamatan dan kampung, sehingga terciptanya sistem perekonomian yang dapat mengintegrasikan seluruh kegiatan pertanian.

 

Selain itu, melalui program ini diharapkan juga akan tercipta sebuah sistem yang tertata sedemikian rupa dari sektor hulu hingga sektor hilir. Sehingga baik produsen maupun konsumen dapat merasakan keuntungan yang lebih baik dari biasanya.

“Jadi seluruh kegiatan pertanian bisa jadi lebih integratif, efektif, dan efisien. Maka ke depannya, dalam agropolitan ini kami ingin ada sebuah sistem baru yang akan diterapkan. Kami harapkan dari sektor hulu ada semangat yang berkelanjutan dari para petani dalam meningkatkan produksinya. Dan dari sektor hilirnya bagaimana nanti adanya pertemuan antaran produsen dan konsumen tanpa melalui pihak ketiga, tapi bagaimana produsen bisa lebih cepat untuk bertemu dengan konsumen. Jadi di sini nanti ada sistem yang dipotong, apalagi untuk produsen pangsa pasarnya lebih jelas,” jelasnya.(bnc)

Wartawan: Marta/Editor: R. Amelia