KPPBC TMP Tarakan Gelar Dengar Pendapat dan Ramah Tamah

 

TANJUNG REDEB – Dalam upaya peningkatan pelayanan kepada pengguna jasa, utamanya para pelaku usaha, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Mayda Pabean (TMP) B Tarakan menggelar acara “Dengar Pendapat dan Ramah Tamah” pada Selasa (11/04/2017) malam.

Kegiatan yang digelar di Hotel Bumi Segah ini, terlihat dihadiri puluhan pelaku usaha maupun pengurus Kantor Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Berau. Selain itu, hadir juga Kepala KPPBC TMP B Tarakan, Sutikno, yang baru memimpin KPPBC TMP B Tarakan dan menggantikan Agus Djoko Prasetyo, yang kini diberi amanat sebagai Kepala Bidang Penyidikan dan Barang Hasil Penindakan di Kanwil Khusus DJBC Kepulauan Riau.

Dalam sambutannya, KPPBC TMP B Tarakan sebelumnya, Agus Djoko Prasetyo mengungkapkan, selama ini, pihaknya memang selalu ingin lebih mendekatkan diri kepada pengguna jasa, terutama para pelaku usaha yang ada di Berau.

 

Selain itu, pihaknya juga berkeinginan untuk mengetahui apa yang menjadi kebutuhan pengguna jasa kepabean tersebut. Kemudian, setelah mengetahui kebutuhan pengguna jasa ini, lanjutnya, pihaknya tentu akan berusaha untuk menjawab setiap kebutuhan tersebut.

“Sehingga, yang kami lakukan tahun 2016 kemarin adalah menjadikan Kantor Bantu (Pelayanan Bea dan Cukai) Tanjung Redeb, itu menjadi operasional penuh,” ungkapnya.

“Sehingga, pengguna jasa di Berau, itu bisa lebih cepat mendapatkan pelayanan dan bisa lebih cepat menentukan keputusan sehingga kegiatan ekonominya juga lebih cepat. Dan, pada akhirnya membawa kelancaran kepada bisnis yang mereka lakukan, tanpa perlu ke Tarakan,” sambungnya.

Dikatakannya, pihaknya juga telah menawarkan fasilitasi-fasilitasi untuk kegiatan proses ekspor-import kepada pengguna jasa yang ada di Berau dan beberapa pengguna jasa pun telah menyampaikan keinginannya untuk mendapatkan fasilitasi tersebut. Sehingga, kedepannya, diyakini fasilitasi ini dapat memberikan dampak yang baik kepada para pelaku usaha, maupun masyarakat Berau sendiri.

“Saya yakin Pak Sutikno akan lebih baik menjalankan fungsi fasilitasi kepada industri di Berau. Dengan melayani lebih baik, seperti nawacita Pak Jokowi karena Berau berada di perbatasan, kami ingin membangun Indonesia dari perbatasan dengan memperkuat ekonominya,” katanya.

Sementara itu, Kepala KPPBC TMP B Tarakan, Sutikno menyampaikan, di bawah kepemimpinannya, pihaknya akan lebih meningkatkan pelayanan kepabean di Berau agar lebih baik, cepat, simpel dan makin mudah bagi pelaku usahanya sendiri.

Kemudian, pihaknya juga mencoba untuk menawarkan kepada pengguna jasa, khususnya pelaku usaha yang ada di Berau, yakni konsep Pusat Logistik Berikat (PLB).

“Ada beberapa (penjelasan PLB) yang sudah tadi kami jelaskan dan ada yang juga sudah minat. Ada dari Hutan Hijau Mas, ada juga dari Pelindo. Kemudian, dari Berau Coal juga bersama dengan para vendor dan kontraktornya, sangat berminat,” bebernya.

Disamping itu, tambah Sutikno, KPPBC TMP B Tarakan menawarkan program Authorized Economic Operator (AEO). Dimana, Keuntungan-keuntungan yang diperoleh perusahaan anggota AEO adalah percepatan proses pengeluaran barang tanpa penelitian dokumen dan pemeriksaan fisik, waktu transit menjadi singkat, akses informasi kegiatan para AEO yang lebih luas, pelayanan khusus jika ada elevated threat level, dan prioritas dalam penyederhanaan sistem dan prosedur kepabeanan.

“Kami tadi juga jelaskan (program AEO) dan yang tertarik juga dari Berau Coal. Kemudian, dari grupnya Hutan Hijau Mas, beliau juga tertarik. Bahkan, kami sudah email penjelasan-penjelasan (AEO) kepada mereka, dan mungkin next (selanjutnya –red) kami akan tetap asistensi 2 (perusahaan) itu, yang sudah menunjukkan minatnya,” tambahnya.

 

Dengan adanya dua perusahaan yang berminat ini, diyakini Sutikno, akan dapat menumbuhkan minat dari perusahaan-perusahaan lainnya, yang ada beroperasi di Berau. Sebab, kedua fasilitasi ini sangat baik dalam mendorong supply gen logistik yang lebih baik lagi.

Selain itu, manfaat dari pengakuan sebagai perusahaan anggota AEO, jelas Sutikno, yang lebih utama adalah perusahaan ini akan lebih mudah diterima oleh negara-negara tujuan ekspor, karena dokumen-dokumen kepabeanan sudah berstandar internasional.

“Itu juga berlaku terhadap institusi kepabean di negara lain sehingga reputasi yang sudah diakui oleh bea cukai Indonesia terhadap suatu AEO perusahaan disini, itu juga diakui di luar negeri. Sehingga, disini pelayanannya juga makin baik, disana pun juga pelayanannya cukup baik,” jelasnya.

Di kesempatan yang sama, Deputy GM Marine Operation PT Berau, Hasanul Haq Batubara menilai, selama ini, kinerja KPPBC TMP B Tarakan melalui Kantor Bantu Pelayanan Bea dan Cukai (KBPBC) Tanjung Redeb telah cukup baik. Melalui berbagai inovasi yang ada, mulai dari pelayanan penuh di KBPBC Tanjung Redeb, on call 1x24 jam dan sistem administrasi lainnya.

Kinerja itu, menurut pria yang juga pengurus Kadin Berau dan Ketua PRSI Berau ini, sangat dirasakan dampaknya oleh PT Berau Coal sendiri. Sebab, sebagai salah satu kantor yang buka selama 24 jam, pihaknya membutuhkan jalur komunikasi yang baik dengan KPPBC TMP B Tarakan. Mengingat, kapal yang bertugas mengangkut batubara tidak bisa ditentukan jam operasionalnya dalam melakukan proses ekspor-import.

Untuk itu, diharapkannya, dibawah kepemimpinan yang baru, KPPBC TMP B Tarakan tidak mengganggap sebelah mata Kabupaten Berau. Mengingat, 75 persen ekspor yang ada di kantor pabean Tarakan, berasal dari Berau. Walaupun secara geografis telah berbeda provinsi yakni antara provinsi Kaltim dengan Kaltara, namun Berau masih masih masuk wilayah kerja KPPBC TMP B Tarakan.

“Jadi, kami sangat tertolong sekali sebagai eksportir. Sebagai agen yang ada disini, sangat tertolong sekali,” pungkasnya.(bnc)

Wartawan: Andi Sawega/Editor: R. Amelia