Bertani Organik Suatu Keharusan untuk Menuju Indonesia Mandiri Pangan

 

TANJUNG REDEB – Hama, kesulitan memperoleh pupuk, tidak berbuah, hingga gagal panen, adalah masalah yang sering dihadapi baik petani maupun pekebun. Terlebih dengan cuaca yang tidak menentu, membuat tanaman sering kali tidak menghasilkan panen seperti yang diharapkan.

Alasan inilah yang membuat salah satu produsen pupuk organik yang sudah melanglang buana hampir ke seluruh daerah di Indonesia, memutuskan untuk membuat dealer pupuk organik di Berau, guna memudahkan petani memperoleh pupuk. Disamping itu, dengan penggunaan pupuk organik ini juga nantinya akan memberikan hasil sesuai yang diharapkan.

Kelapa Sawit misalnya. Tumbuhan penghasil minyak ini memang sudah menjadi salah satu komoditi perkebunan yang cukup menggiurkan di Kabupaten Berau. Tetapi sayangnya, terkadang hasil panen tidak sesuai dengan harapan lantaran terserang hama.

“D.I Grow ini sangat cocok bagi Kelapa Sawit. Contohnya seperti yang dialami Eka Kurniawan, pemilik kebun Sawit di Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu- Riau. Sebelum menggunakan Pupuk D.I Grow, buahnya banyak yang kosong, hampir 55 persen. Padahal ia rutin memupuk setiap 4 bulan sekali dengan pupuk kimia. Kebun sawit seluas 6 hektar itu, panennya setiap 2 minggu sekali sebanyak 3 Ton TBS. Setelah menggunakan pupuk D.I Grow, buahnya sudah berisi hampir 90 persen. Bahkan, sekarang hasil panennya mencapai 6-6,2 ton setiap panen 2 minggu sekali, meningkat di atas 100 persen,” terang Suhendro Atmaja, Konsultasi Teknis D.I Grow kepada beraunews.com, Rabu (15/02/2017).

Tak hanya sawit, tanaman lain seperti cabai, buah naga, durian dan lada, juga cocok menggunakan pupuk ini. Bahkan, untuk peternakan seperti kambing, kelinci, dan babi juga bisa menggunakan pupuk D.I Grow sebagai tambahan suplemen makanan ternak, dengan cara mencampurkan 1 sendok makan pupuk ke dalam pakan dan minuman ternak.

 

“Pak Jarno, petani cabai asal Desa Besowo, Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri Jawa Timur, juga sudah membuktikan keunggulan D.I Grow ini. Pak Jarno mengatakan hasil panen yang diperoleh dapat meningkat karena masa petik cabai lebih lama dari biasanya. Sebelum pakai D.I Grow, hanya 15-22 kali petik dengan total panen luas 960 Meter2 sebanyak 1-1,2 ton, dengan usia produktif tanaman hanya 4 bulan, tinggi tanaman 60-80 cm saja. Sekarang, setelah memakai D.I Grow bisa sampai 28-32 kali petik dengan total panen bisa mencapai 2 ton, dengan usia tanaman lebih dari 7 bulan, dan tinggi tanaman mencapai 1,8 m. Tentu hal ini disertai dengan jumlah hasil petikan cabai yang meningkat,” lanjutnya.

“Bapak Lici, petani lada Desa Galing, Kecamatan Galing, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, juga contoh lainnya yang sudah membuktikan keberhasilan pupuk ini. Setelah menggunakan D.I Grow, pertumbuhan lada cepat sekali, daun lebar, bunga dan buah lebat dan tidak mudah rontok, tangkai bunga/buah panjang-panjang dan berisi penuh biji lada. Pada usia 2 tahun, tinggi tanaman sudah mencapai 2,5 m, padahal yang tidak disemprot D.I Grow hanya 1,5 m saja. Biasanya sebelum pakai D.I Grow hanya panen 1-1,5 kg kering/pohon/tahun, tetapi setelah disemprot D.I Grow hasil panen sangat melimpah, mencapai 3 kg kering/pohon/tahun,” imbuhnya.

Durian yang biasanya hanya ditemukan saat musim tertentu, kini juga bisa dibuat berbuah di luar musimnya, dengan menggunakan pupuk ini. Seperti yang dirasakan oleh Ketut Haryana di Desa Unggahan, Kecamatan Seririt, Buleleng Bali. Sudah 3 tahun pupuk D.I Grow digunakan pada tanaman Durian jenis Chanee.

 

Aplikasi pupuk D.I Grow dilakukan setiap 1 bulan sekali dengan cara disemprot ke semua bagian tanaman hingga basah. Sementara pupuk di tanah hanya menggunakan pupuk Kandang 30 kg/pohon/musim, tanpa pupuk kimia sama sekali. Manfaat yang dirasakan, ketika durian berusia 6 tahun, sekali musim buah, jumlah buah yang bisa dipanen berjumlah 30-40 buah/pohon dengan berat 3-4 kg/buahnya. Bahkan setahun bisa 3x musim buah, artinya tanaman durian milik Ketut Haryana bisa berbuah di luar musim.

Bagi petani atau pekebun yang ingin mendapatkan pupuk ini, bisa mendatangi Cafe Bunda (depan Hotel Berau Plaza), Jalan Pangeran Antasari Nomor 007, atau menghubungi agen penjualan, Agus di nomor kontak 081346243624, dengan alamat Jalan Pulau Panjang Nomor 99 A (depan Hotel Cantika Swara). Jika ingin berkonsultasi seputar bagaimana cara pengaplikasian pupuk D.I Grow ini, bisa menghubungi Konsultasi Teknis, Suhendro Atmaja di nomor kontak 081384265948.(bnc)