SDIT Ash-Shohwah Gelar Grand Opening PPDB & Launching Majalah Sekolah

 

TANJUNG REDEB – Untuk menciptakan Sekolah yang kreatif, inovatif dan berkarya, Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Ash-Shohwah kembali menciptakan suatu kreativitas dari para guru dan siswanya berupa Majalah Sekolah (Majas).

Berdasarkan hal tersebut, SDIT Ash-Shohwah menggelar acara launching perdana majas sekaligus pembukaan (grand opening) Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2017/2018.

Acara yang dilaksanakan di aula sekolah tersebut, tampak dihadiri Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) yang diwakili Kepala Seksi Kesiswaan Pendidikan Dasar (Dikdas), Jumairi, Yayasan Ash-Shohwah Al Islamiyah, Kepala SD se-Gugus Depan Inti (Gudep), beberapa Kepala TK sekitar Tanjung Redeb, perwakilan Komite Kelas dan Komite Sekolah.

Kepala Sekolah SDIT Ash-Shohwah, Puspa Rini, dalam sambutannya mengatakan, adanya majas tersebut sebagai sarana atau media dalam menuangkan karya para guru dan siswanya.

“Kami ucapkan terimakasih kepada tim redaksi majas ini, perjalanannya begitu singkat tetapi hasilnya luar biasa. Dan subhanallah, majas ini bisa merangkul semua apa yang ada di SDIT Ash-Shohwah ini. Jadi di dalam majas ini, kita bisa mengetahui kegiatan apa yang sering dilakukan SDIT Ash-Shohwah ini,” ucapnya, Jumat (10/02/2017).

Selain itu, dikatakannya pula, di sekolah tersebut tak hanya menjalankan tugas dan kewajiban kegiatan belajar mengajar, melainkan adanya penampungan kreativitas dari para guru maupun siswa untuk berkarya.

“Jadi nanti kami akan menampung segala aspirasi atau kreativitas dari guru dan siswanya. Sehingga, SDIT Ash-Shohwah ini bukan satu-satunya tempat untuk mentransfer ilmu pendidikan dalam artian bekajar mengajar saja, tetapi juga berkarya” lanjutnya.

 

Terpisah dari itu, ia menambahkan, SDIT Ash-Shohwah menjadi salah satu sekolah favorit dan diburu sebagian masyarakat. Pasalnya, sebelum dibukanya pendaftaran pada tanggal 13 Februari mendatang, beberapa calon wali murid siswa baru sudah banyak yang mendaftar sementara dengan menyetorkan nama.

“Adapun alasan kami opening terlebih dahulu karena kami hanya mampu menampung 3 lokal. Sehingga mungkin yang tidak tertampung di sini bisa juga mendaftar di sekolah yang lain. Dan kami juga ingin menyampaikan bahwa akan ada observasi untuk calon siswa yang mendaftar. Observasi ini sama halnya seperti mereka di TK, jadi mereka bermain sambil belajar dan selama itu mereka dalam pengawasan ustadz/ustadzahnya (guru). Selain itu ada juga observasi motoriknya, nanti kami akan adakan outbound di halaman. Nanti di sana kami bisa menilai bagaimana kemampuan bersosialisasinya” tambahnya.

Ia berharap, SDIT Ash-Shohwah bisa membentuk generasi Rabbani yang unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek), serta Iman dan taqwa (Imtaq).

“Jadi, keinginan kami ketika anak-anak lulus dari SDIT Ash-Shohwah ini menjadi anak yang pintar, cerdas tapi tetap dia tau siapa dirinya. Yaitu, seorang hamba yang selalu diawasi oleh Allah SWT, dimanapun dan kapanpun” tutupnya.

 

Hal senada disampaikan Kasi Kesiswaan Dikdas, Jumairi. Ia mengapresiasi atas adanya majas tersebut. Pasalnya, majas merupakan pintu yang sangat efektif untuk masyarakat maupun di lingkungan internal sekolah, dalam hal memperkenalkan sekolah tersebut beserta kegiatannya. Ia berharap, semoga semua jajaran SDIT Ash-Shohwah Al Islamiyah tersebut mampu melaksanakan segala pekerjaannya dengan baik, sesuai dengan aturan yang telah disepakati dan berjalan dengan lancar.

“Sehingga, apa yang menjadi visi misi dari sekolah ini ke depannya dapat meningkatkan kualitas manusianya, mencerdaskan manusianya, menjadi manusia yang berilmu, beriman dan bertaqwa,” tutupnya.(bnc)

Citizen Jurnalis: Catur Indra LP/Editor: R. Amelia