Pengurus KKMB Resmi Dilantik, Bupati Minta Masyarakat Bone Jaga Silaturahmi

 

TANJUNG REDEB – Dalam rangka meningkatkan solidaritas dan menyempurnakan batang tubuh paguyuban masyarakat Bone di Kabupaten Berau, Minggu malam (29/01/2017), dilaksanakan pelantikan Pengurus Kabupaten Kerukunan Keluarga Masyarakat Bone (KKMB).

Acara yang dilaksanakan di Hotel Derawan Indah tersebut dihadiri oleh Bupati Berau, Muharram serta Wakilnya, Agus Tantomo. Selain itu, sejumlah tamu undangan seperti Sekretaris Daerah, Kapolres, Dandim, tokoh masyarakat dan kepemudaan serta paguyuban Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) juga hadir dalam kesempatan tersebut.

Dalam acara itu, sejumlah pengurus KKMB yang masuk dalam surat keputusan untuk dilantik oleh Ketua Umum Badan Pengurus Daerah KKMB Provinsi Kaltim, Ambo Dalle, mengucapkan ikrar suci sebagai bukti sah susunan kepengurusan KKMB periode 2016-2021.

Selaku Ketua KKMB Berau, Najamuddin menyampaikan rasa bangganya kepada masyarakat Bone yang senantiasa solid dalam membangun hubungan kekeluargaan. Tanpa meninggalkan Kebhinekaan Tunggal Ika, ia meyakini keberadaan KKMB mampu memberikan kontribusi yang baik kepada masyarakat maupun Pemkab Berau.

"Kita adalah masyarakat Berau, tetapi masyarakat yang punya hubungan erat dengan Bone. Namun ingin menjadikan Berau semakin baik, khususnya dari segi kerukunan sesama suku maupun antar suku," ujarnya.

 

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Bone yang ada di Berau, khususnya yang telah menjaga tali persatuan dan kesatuan masyarakat Bone, serta tidak melupakan adat istiadat yang telah dipegang nenek moyang selama ini.

Sementara itu, Bupati Berau, Muharram, dalam sambutannya menyampaikan keberadaan KKMB sangat dihargai Pemkab. Khususnya dalam hal persatuannya bersama seluruh masyarakat Bone. Meski di satu sisi masyarakat menghargai kebhinekaan, namun tidak membuat masyarakat dari berbagai suku, gentar untuk membuat kelompok-kelompok sukunya. Namun hal itu, dikatakannya, harus tetap berada pada poros yang benar agar tidak terjadi perpecahan di kalangan masyarakat.

"Satu sisi kita hargai kebhinekaan, tapi juga pasti ingin membangun kelompok tertentu dari sukunya. Di satu sisi kita ingin hidup bersama, tetapi tetap ingin membangun kelompok dari sukunya. Boleh saja asal ditempatkan pada posisi kerukunan yang tepat, agar seluruh masyarakat dari berbagai suku, meski dengan kelompoknya tetap bisa bersatu. Intinya bagaimana kita tetap mempertahankan kebhinekaan di tengah kondisi demikian," ungkapnya.

Dengan adanya kerukunan diantara masyarakat, menurutnya itu dapat membangun kebersamaan internal masing-masing suku. Sehingga dapat tercipta kerjasama yang baik dalam segala hal, termasuk turut membantu Pemkab dalam menciptakan suasana rukun dan kondusif di Berau.

"Sesungguhnya kita yang tergabung dalam paguyuban itu turut ambil peran strategis untuk membantu Pemkab menciptakan kerukunan internal warga Bone di Berau. Pemkab tidak lagi repot mengurus soal kerukunan masyarakatnya, dan KKMB akan dikatakan gagal jika sering terjadi cekcok diantara masyarakat Bone dan Bone-nya sendiri, maka ini yang perlu dijaga ke depannya, sebagai tolok ukur kesuksesan KKMB terhadap masyarakatnya. Kalau Bone sudah bersatu, dan yang lain demikian pula, maka tugas Pemkab berkurang lagi satu," jelasnya.

 

Ia pun berharap ke depan KKMB lebih tingkatkan peran sosial dan gotong royong, serta tetap menjaga kebudayaan dan adat istiadat mereka, baik seni, budaya, pakaian maupun kulinernya, agar tidak terkikis oleh modernitas yang ada saat ini.

"Ketika ada warga Bone yang belum mendapatkan kehidupan yang layak atau kurang beruntung dari kita, maka sesamanya wajib membantu, terlebih bila sama-sama berasal dari suku yang sama," pungkasnya.(bnc)

Wartawan: Marta/Editor: R. Amelia