Warga Kampung Long Lanuk Diajak Sadar Hukum

 

SAMBALIUNG – Sabtu (21/01/2017) sosialisasi penyuluhan hukum dilakukan di Kampung Long Lanuk Kecamatan Sambaliung. Sosialisasi yang berlangsung selama kurang lebih 2 jam itu dihadiri puluhan warga Kampung Long Lanuk maupun Kampung Nyapa Indah, yang antusias lantaran ini adalah kali pertama penyuluhan hukum mereka dapatkan langsung dari Kepolisian Resort (Polres) Berau.

Tema penyampaian pendapat di muka umum dan etika tertib berlalu lintas, menjadi topik pembahasan dalam sosialisasi ini. Dede Suherlan, Kepala Unit Pembinaan Keamanan Swakarsa (Kanit Binkamsa), memulai dengan pemaparan isi Undang-Undang Nomor 9/1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum. Bentuk penyampaian pendapat, hingga tempat-tempat mana saja yang boleh maupun tidak diperbolehkan melakukan unjuk rasa, menjadi poin utama penjelasan.

“Untuk diketahui, khususnya warga kampung lingkar tambang yang notabene bersinggungan langsung dengan pihak perusahaan, tidak bisa serta merta melakukan tindakan unjuk rasa jika ada sesuatu masalah terkait dengan perusahaan, karena semuanya sudah diatur dalam undang-undang, yang wajib dipatuhi seluruh warga negara Indonesia,” terangnya.

“Dan cara penyampaian pendapatnya juga ada beberapa cara, bisa dengan unjuk rasa atau demonstrasi, pawai, rapat umum (di lapangan atau ruangan-red), maupun mimbar bebas tanpa tema, nah inilah yang perlu diperhatikan, jangan asal demo saja,” lanjutnya.

Hal ini mendapat tanggapan beragam dari warga. Yustina, salah satu guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kampung Long Lanuk juga antusias memberikan pertanyaan, terkait boleh tidaknya melakukan demonstrasi sendiri jika ada masalah, katakan saja soal lahan pribadi yang ikut tergarap oleh pihak perusahaan.

“Mau bagaimanapun situasi dan kondisinya, tidak bisa bergerak sendiri. Harus ada laporan dulu ke pihak berwajib, sehingga kami (kepolisian-red), bisa juga mengawal jikalau memang harus ada demo, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” jawab Dede.

 

Linjau, anggota Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kampung Long Lanuk, juga menanyakan permasalahan terkait jika adanya oknum yang menghalang-halangi saat hendak melakukan demo, harus melaporkan ke siapa?

“Langsung saja laporkan kepada kepolisian, apalagi kalau sudah melakukan pelaporan terlebih dahulu dan sudah memiliki surat izin demo, maka tidak ada siapapun yang berhak menghalangi atau bahkan menghentikan demo, terkecuali pihak kepolisian sendiri,” tegasnya.

Selain Undang-Undang Nomor 9/1998, Undang-Undang Nomor 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, juga turut disosialisasikan. Aiptu Irwan Subekti, Kepala Unit Pembinaan Pemolisian Masyarakat Satuan Pembinaan Masyarakat (Kanit Binpolmas Sat Binmas),menjadi pemateri.

Ia menjelaskan betapa pentingnya kesadaran masyarakat dalam berkendaraan, berlalu lintas dengan baik, serta etika tertib berlalu lintas. Bahkan, ia juga memberikan kesempatan bertanya di luar tema yang sudah dijabarkan.

“Kita jelaskan bagaimana tata cara berkendara dengan baik, dan apa saja penyebab terjadinya laka lantas (kecelakaan lalu lintas-red), dan dasar hukum jika ada yang melakukan pelanggaran lalu lintas,” katanya.

 

Antonius, Kepala Kampung Long Lanuk menyambut baik penyuluhan yang digagas PT Berau Coal bekerjasama dengan Polres Berau ini. Ia berharap dengan adanya sosialisasi ini, warganya bisa lebih sadar hukum.

“Mudahan setelah mendapatkan pengetahuan baru terkait hukum ini, warga Kampung Long Lanuk bisa lebih taat hukum. Tidak mengambil tindakan sendiri jika nantinya ada masalah di kampung,” ungkapnya kepada beraunews.com, Sabtu (21/01/2017), di sela-sela acara penyuluhan.

Selain penyuluhan, sosialisasi terkait penerimaan anggota Polri (Akpol, SIPSS- Sekolah Inspektur polisi sumber sarjana, Bintara, dan Tamtama), juga dijelaskan secara singkat.(bnc)