Ikut Selamatkan Generasi Emas Indonesia, PT RUB Gelar Pelatihan Untuk Kader PAUD

 

TANJUNG REDEB – Tak hanya sebagai bentuk menunaikan kewajiban kepada masyarakat lingkar tambang atau Corporate Social Responsibility (CSR), PT Rantaupanjang Utama Bhakti (RUB) juga memiliki kepedulian terhadap generasi bangsa, utamanya terhadap anak-anak usia dini.

Kepedulian tersebut diwujudkan dalam bentuk memberikan pelatihan kepada tenaga pendidik anak usia dini dalam kegiatan pelatihan kader untuk menyelamatkan anak emas Indonesia dengan tema ‘Hindarkan anak dari kejahatan seksual’, kerja sama PT RUB dengan Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Berau.

Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Berau, Sri Juniarsih bersama Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Berau, Fika Yuliana, membuka langsung acara yang diikuti sekitar 50 guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), dari tiga Kecamatan lingkar tambang, yakni Tanjung Redeb, Sambaliung dan Teluk Bayur, mengikuti pelatihan yang dilaksanakan selama dua hari sejak Rabu (21/12/2016) hingga Kamis (22/12/2016), di Hotel Grand Parama.

Disampaikan Sri Juniarsih, kepedulian PT RUB terhadap generasi bangsa, khususnya yang ada di Kabupaten Berau, sangat perlu diapresiasi. Melalui kegiatan pelatihan tersebut, ia meyakini setiap peserta mampu memberikan perubahan lebih baik terhadap dunia pendidikan, jika ilmu yang didapatkan khususnya PAUD yang menjadi dasar pendidikan.

“Andaikan banyak perusahaan yang mau melakukan hal seperti ini, memfasilitasi para tenaga pendidik untuk dilatih menjadi tenaga pendidik yang dapat menciptakan generasi berkarakter, alangkah luar biasanya,” ujar istri orang nomor satu di Bumi Batiwakkal itu.

 

Kepedulian PT RUB, dikatakannya juga sangat sejalan dengan impian para orang tua dan pemerintah daerah dalam membangun karakter anak sejak dini.

“Kita harus menyadari sejak saat ini juga, bahwa yang paling penting dan menentukan kehidupan masa depan anak-anak kita adalah kita sendiri. Bagaimana kita bisa mengarahkan anak berperilaku baik, bagaimana kita dapat berperan dalam menentukan karakter si anak. Sebab karakter itu lebih penting dari pada ilmu apapun, meski banyak fasilitas penunjang, namun apabila karakternya tidak baik, maka akan sia-sia juga,” katanya.

Sementara itu, Presiden Direktur PT RUB, Hanifah Husein menjelaskan, kegiatan yang dilakukan PT RUB tersebut merupakan bagian dari amanat Undang-Undang yang mewajibakan perusahaan untuk membina dan membangun setiap wilayah yang berada di lingkar tambang tersebut.

“Selama ini banyak yang telah kami lakukan kepada masyarakat sekitar lingkar tambang, berupa pembangunan fisik dan lain-lain. Namun pada hari ini, kami ingin memberikan soft skill kepada masyarakat, salah satunya dengan pelatihan tenaga pendidik PAUD ini,” jelasnya.

 

Pihaknya sengaja memilih tenaga pendidik PAUD untuk dijadikan sasaran pelatihan, sebab menurutnya membangun karakter anak dimulai sejak PAUD. Jika untuk membangun karakter para tenaga pendidik kurang memiliki kompetensi, maka hasilnya pun tidak akan maksimal.

“Guru PAUD, itu kalau di Finlandia sangat-sangat lebih penting dari jenjang pendidikan lainnya. Sebab karakter anak akan muncul sejak ia masih kecil, dan masa-masa kecil itu yang paling banyak mendampingi anak selain orang tuanya sudah pasti adalah guru-gurunya. Maka pelatihan untuk meningkatkan kapasitas seorang guru PAUD sangatlah penting untuk menentukan keberhasilan pembangunan karakter anak bangsa kita,” jelasnya.

Selain itu, alasan diangkatnya tema ‘Hindarkan Anak dari Kejahatan Seksual’ kata Hanifah, sebagai upaya menyikapi kondisi saat ini yang rentan terhadap pelecehan dan kekerasan seksual terhadap anak. Sehingga membutuhkan perhatian lebih dari para pendidik PAUD dan orang tua dalam tumbuh kembang anak.

 

"Sekarang ini banyak sekali kasus kejahatan seksual pada anak. Melalui tema ini kami ingin menyelamatkan anak, dan hal menyimpang tersebut dapat diantisipasi terjadi. Melalui peran guru PAUD ini salah satunya. Begitupun dengan orang tua, tetap harus ada pengawasan langsung terhadap anak," lanjutnya.

Usai pelatihan, seluruh tenaga pendidik tersebut diharapkan mampu menjadi pendidik yang baik dan mengerti dalam memperlakukan berbagai macam karakter anak.

“Ilmu yang didapatkan dari pelatihan ini jangan disia-siakan, manfaatkan untuk menghasilkan generasi bangsa berkualitas, cerdas, tentu berkarakter,” tandasnya.(Marta)