Profil Calon Ketua Kadin Berau (1) : Demi Kadin, Fitrial Noor Rela Mundur Dari Golkar

TANJUNG REDEB – Jelang Musyawarah Kabupaten (Mukab) ke-VI , Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Berau, yang akan dilaksanakan, Sabtu (17/12/2016) di Hotel Bumi Segah, telah ditetapkan 5 calon Ketua Kadin yang akan bersaing secara sehat mendapatkan posisi sebagai Ketua periode 2016-2021.

Salah satu calon Ketua Kadin yang telah terverifikasi, yakni Fitrial Noor. Dalam wawancara bersama pria yang pernah berkiprah di HIPMI Kaltim sebagai Wakil Sekretaris tersebut, mengaku awalnya tidak tertarik untuk mengajukan diri sebagai Ketua Kadin Berau. Namun, berdasarkan pengalaman yang ia miliki, terutama dalam bidang dunia usaha, ia melihat masih banyaknya UMKM yang belum belajar secara profesional.

"Mayoritas di Berau ini kan UMKM, tapi tidak banyak yang pemain besar. Semua masih sekedarnya. Saya merupakan salah satu orang yang berpikiran untuk menjadi pengusaha yang murni. Kalau bicara politik, tidak ada larangan untuk itu," ujar suami Peni Nopalia dan ayah dari Putra, Parisha dan Pasha ini kepada beraunews.com.

BACA JUGA : Bersaing Untuk Bersanding Majukan Kadin Berau, Komitmen 5 Calon Ketua

Melihat Kadin sebagai wadah berkumpulnya pengusaha dari berbagai bidang dan tidak untuk kepentingan politik, pria yang akrab disapa Pipit ini pun menyatakan diri tak bersedia dijadikan pengurus Partai Golkar alias mundur dari kepengurusan pasca musda beberapa waktu lalu. Hal itu dilakukannya demi meyakinkan dan memberikan bentuk keseriusan dirinya untuk memfokuskan diri sebagai Ketua Kadin yang bermitra dengan pemerintah dalam dunia usaha.

"Langkah terberat yang saya ambil ketika saya memutuskan untuk maju sebagai Ketua Kadin adalah saya mundur sebagai pengurus Partai Golkar. Saya juga sudah menghadap langsung kepada Ketua Golkar terpilih, memohon agar jangan dimasukkan dalam kepengurusan. Saya ingin meyakinkan bahwa Kadin ini memang benar-benar wadahnya para pengusaha, tidak ada politik didalamnya, meskipun beberapa yang tergabung dalam Kadin adalah orang-orang politik," jelas pria yang memiliki segudang pengalaman organisasi itu.

Jauh sebelum rencana mukab, ia dan para calon Ketua Kadin lainnya, juga mengaku telah berkoordinasi dengan Pemkab melalui Wakil Bupati, Agus Tantomo terkait Kadin. Bahkan, dalam perbincangan tersebut, Wabup sempat melemparkan tantangan kepada Kadin untuk menjadi pelaksana pada Berau Expo, yang tidak hanya menampilkan potensi wisata, namun juga potensi ekonomi serta investasi sebagai langkah awal menarik investor.

"Kami sudah melakukan audiensi bersama Wakil Bupati. Disana kami menjelaskan apa Kadin itu, bagaimana perannya. Alhamdulillah mendapat tanggapan positif," kata Direktur Utama PT Berau Mandiri Indonesia dan Sekretaris DPD Asosiasi Kontraktor Air Indonesia Kaltim.

 

Jika terpilih menjadi Ketua Kadin, langkah awal yang akan dilakukan pria berusia 34 tahun yang juga Fans Berat Klub Sepakbola Italia INTER MILAN dan Pembina Inter Club Indonesia (ICI) Se-Kalimantan tersebut adalah merangkul seluruh pihak terutama yang terkait dalam bidang usaha, tanpa memandang latar belakang politik.

"Tentu semua bisa menjadi mitra dan bergabung dengan kita. Tapi yang pasti mereka yang memiliki kompetensi dalam bidangnya masing-masing, mampu bekerja tanpa mencampur adukkan politik di dalam Kadin. Karena Kadin ini murni adalah mitra pemerintah dalam dunia usaha," ujar pria yang juga kader HMI dan pernah menjabat sebagi Sekretaris HMI Komisariat Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat, Kalimantan Selatan periode 2001-2003 tersebut.

Selain itu, usai mukab dan terpilih menjadi Ketua Kadin, dirinya akan sesegera mungkin menggelar pertemuan dan silaturahmi kepada pemerintah daerah.

"Kita coba merangkul semua golongan, baik golongan bidang maupun golongan usaha. Pemerintah tentu sangat penting dalam hal ini, terutama untuk memajukan dunia usaha dan perekonomian daerah," tandas pria yang juga menjabat Komtap Organisasi & Keanggotaan Kadin Berau periode 2011-2016 itu.(Marta)