Unik, Dua Putaran Suara Imbang, KAHMI Berau Dipimpin Presidium

 

TANJUNG REDEB – Pemilihan Ketua Pimpinan Majelis Daerah (PMD) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kabupaten Berau ke-2, Rabu (14/12/2016) di Balai Mufakat, berjalan unik dan menjadi catatan sejarah tersendiri.

Pasalnya, pengajuan nama-nama calon Ketua dilakukan oleh peserta musda yang hadir pada saat itu dan seluruh nama yang dicalonkan tidak boleh menolak, sebagaimana prinsip pengkaderan HMI yang tak boleh menolak untuk perjuangan umat.

Adapun nama-nama yang diajukan peserta musda sebagai calon Ketua KAHMI periode 2016-2021, antara lain Didi Rahmadi, La Ode Ilyas, Adief Mulyadi, Suwardi Mangendre dan Abdus Salam.

Berdasarkan hasil perhitungan, jumlah suara dari proses pemungutan suara, Didi Rahmadi dan La Ode Ilyas memperoleh suara terbanyak dengan jumlah yang seimbang, yakni masing-masing 35 suara.

“Hasilnya pada putaran pertama Didi Rahmadi dan La Ode Ilyas sama jumlah suaranya, maka dilakukan putaran kedua,” ungkap Koordinator Steering Committee Musda, Suwardi Mangendre kepada beraunews.com.

BACA JUGA : Melalui Musda, KAHMI dan HMI Pertegas Komitmen Untuk Indonesia

Lantaran ada dua kandidat yang memperoleh suara yang sama, maka berdasarkan tata tertib musda, pemilihan dilanjutkan ke putaran kedua dengan jumlah suara sebanyak 80. Saat putaran kedua itu, dikatakan Suwardi, lagi-lagi perolehan suara kedua kandidat kembali berimbang. Sehingga, sidang sempat di skor untuk melakukan lobi sekitar 10 menit. Setelahnya, forum pemilihan kembali digelar.

 

Namun, sebelum kembali dilakukan pemilihan putaran ketiga, sidang yang dipimpin Steering Committee itu, banyak mendapatkan intrupsi dari peserta musda. Akhirnya, sebagai jalan keluar, Steering Committee menawarkan solusi sebagaimana tata tertib dan Pasal 22 Anggaran Rumah Tangga (ART) KAHMI, yakni komposisi kepengurusan Majelis Daerah ditawarkan tidak berbentuk presidensial, melainkan berbentuk presidium.

Bentuk presidium itu, artinya PMD KAHMI Berau dipimpin oleh seorang Ketua Harian yang ditetapkan secara bergilir diantara anggota Presidium tersebut, tetapi jumlahnya harus ganjil. Mengingat aturan harus ganjil, maka kandidat dengan suara terbanyak ketiga, yakni Adief Muliadi, dimasukkan menjadi presidium.

“Maka dengan demikian, KAHMI Berau sejak tahun 2016 sampai dengan tahun 2021 akan dipimpin secara bergantian dengan urutan, 2 tahun pertama dipimpin La Ode Ilyas, 1,5 tahun selanjutnya dipimpin Adief Mulyadi dan 1,5 tahun terakhir dipimpin  Didi Rahmadi,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Majelis Wilayah (PMW) KAHMI Kaltim, Mursidi Muslim mengatakan, proses pemilihan Ketua PMD KAHMI Berau yang diikutinya kali ini, benar-benar unik dan menjadi catatan sejarah tersendiri baginya. Bagaimana tidak, sepanjang dirinya makan asam garam di dunia organisasi masyarakat maupun politik, raihan suara imbang hingga dua putaran itu, sangat langka ditemuinya.

“Hanya 2 kali sepanjang hidup saya menemukan hal ini, dan keduanya dari Berau, yakni Musda KNPI dan Musda KAHMI saat ini. Ini jelas merupakan sejarah tersendiri. Untuk itu, saya bisa katakan bahwa ini pemilihan yang luar biasa demokratisnya,” tutupnya.

Dalam arena musda tersebut juga dilangsungkan pemilihan Ketua Forum Alumni HMI-Wati/Kohati (Forhati), hasilnya juga disepakati berbentuk presidium oleh calon terpilih, yakni Ratnawati, Hj. Laily dan Sri Merlina.(Marta)