Peringati HUT Ke-10, Gerindra Kukuhkan Prabowo Capres 2019

 

TANJUNG REDEB – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kabupaten Berau menggelar syukuran HUT ke-10 di Wisma Garuda Yaksa Jalan Pulau Sambit RT 5, Kamis (08/02/2018).

Syukuran yang dihadiri Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Kalimantan Timur, Bupati Berau Muharram, DPC Partai Amanat Nasional (PAN) Berau, DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Berau hingga kader Partai Gerindra Berau di tingkat kecamatan itu, mengangkat tema “Rebut Kembali Indonesia Raya”.

Berdasarkan tema tersebut, Ketua DPC Partai Gerindra Berau Taufik Waligar menegaskan, Partai Gerindra hadir dan bergerak di tengah masyarakat untuk mewujudkan masa depan bangsa, bertekad memperjuangkan kemakmuran rakyat, bertekad tidak bergantung pada negara luar sehingga menjadi bangsa berdaulat. Untuk mewujudkan cita-cita mulia itu, maka kader Partai Gerindra di seluruh Indonesia termasuk Kabupaten Berau telah bertekad bulat mengantarkan Prabowo Subianto menjadi Presiden Republik Indonesia pada pemilu 2019 mendatang.

“Kehadiran Partai Gerindra bukan hanya pada saat pemilu saja, tetapi Partai Gerindra bergerak untuk membangun perekonomian yang kuat, yaitu mewujudkan ekonomi kerakyatan yang bertumpu pada kekuatan bangsa yang mengarah kepada kedaulatan dan kemandirian bangsa, dengan bertekad bulat untuk mengantarkan Prabowo Subianto menjadi Presiden,” tegasnya.

 

Sementara itu, Ketua DPD Partai Gerindra Kaltim Danang Wicaksono Sulistyio melalui Sekretaris Sutrisno Toha mengatakan, tema HUT Gerindra “Rebut Kembali Indonesia Raya” dalam rangka memenangkan Prabowo Subianto sebagai Presiden, tentu saja dilakukan Partai Gerindra dengan cara-cara yang terhormat, baik dan halal.

“Rebut ini maknanya bukan berarti menghalalkan segala macam cara, yang penting harus menang. Rebut disini artinya sebagaimana jati diri Partai Gerindra bahwa kita pantang untuk curang, pantang untuk korupsi, begitu pula dalam memenangkan Prabowo Subianto sebagai presiden, harus dilakukan dengan cara yang baik,” bebernya.

“Pola-pola yang dilakukan DPC Gerindra Berau inilah cara-cara halal, yang dapat diterima dan didukung oleh semua lapisan masyarakat untuk memilih Prabowo Subianto sebagai presiden,” tambahnya.

 

Sementara Ketua Badan Seleksi Organisasi (BSO) DPP Partai Gerindra, Mayjen TNI (Purn) Amir Tohar menuturkan, dalam 10 tahun usia Partai Gerindra, 9 tahun Gerindra menjadi kekuatan oposisi dan sampai sekarang menjadi satu-satunya partai yang masih konsisten menjadi oposisi terhadap pemerintah untuk mengontrol kekuasaan dan menjaga keseimbangan.

“Oposisi Partai Gerindra ini sifatnya adalah keritik dan saran. Apabila pemerintah tidak melakukan kegiatannya seperti yang dikehendaki oleh masyarakat, maka kita akan mengkeritik. Tetapi, kalau pemerintah sesuai dengan jalan yang diinginkan masyarakat, UUD 1945 dan Pancasila, kita tetap sejalan. Ini adalah sifat oposisi Partai Gerindra,” tandasnya.(advertorial/Miko Gusti Nanda/bnc)