Tahun Politik, FKUB Garda Terdepan Redam Persoalan Umat Beragama

 

TANJUNG REDEB - Memasuki tahun politik, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Berau diminta meningkatkan peran sertanya dan menjadi garda terdepan dalam mengatasi persoalan umat beragama. Dengan memelihara dan menjaga situasi antarumat beragama di Bumi Batiwakkal, agar tidak terjadi pertentangan.

Mempersiapkan hal tersebut, FKUB Kabupaten Berau mengelar Silahturahmi Akbar Pemuka Agama, Tokoh Masyarakat dan Pemuda Lintas Agama (Pelita) serta Sosialisasi Kerukunan Umat Beragama se-Kabupaten Berau tahun 2017, Sabtu (16/12/2017) di Hotel Grand Parama.

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Berau Muharram, Wakil Bupati sekaligus Ketua Dewan Penasehat FKUB, Agus Tantomo, serta seluruh perwakilan tokoh-tokoh lintas agama, pemuda dan adat.

Melalui kegiatan ini, FKUB ingin membekali diri dan mempererat jalinan tali silaturahmi antar seluruh tokoh agama yang ada. Ketua Dewan Penasehat FKUB, Agus Tantomo mengatakan, dalam waktu dekat ini, masyarakat akan mengakhiri tahun 2017, dan dalam rentang satu tahun ini masih bisa dilewati dengan aman dan terkendali.

 

Namun, ia mengingatkan, di tahun-tahun selanjutnya ada beberapa agenda besar, seperti Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden. Pada pelaksanaan kegiatan itu, sangat rawan adanya hal-hal yang berujung pada perpecahan persatuan dan kesatuan. Di sinilah diharapkan agar FKUB memaksimalkan peran dan sertanya sebagai penangkal terhadap ulah-ulah oknum yang tak bertanggung jawab.

“Senjata politik yang paling ampuh saat ini masih seputar isu agama dan suku. Inilah yang bisa menyebabkan terjadinya perpecahan. Kita harus merapatkan barisan, jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Menurutnya, isu agama dan suku ini sangat rentan untuk diprovokasi. Mengingat jumlah suku yang ada di Indonesia sebanyak 714 dengan enam agama, tentu menjadi alat yang sangat ampuh jika disalahgunakan.

“FKUB harus jadi benteng paling depan. Lakukan langkah pencegahan sebelum adanya perpecahan,” Imbuhnya.

 

Sementara menurut Bupati Muharram, kepentingan politik ini harus bisa dipisahkan dengan agama dan suku. Jangan sampai ada oknum yang menyebarluaskan isu-isu hingga akhirnya membuat kegaduhan di masyarakat, dan pada gilirannya menimbulkan suasana tidak kondusif. Saat ini menurutnya, suasana yang ada di Berau masih terbilang aman, namun memasuki tahun-tahun politik tentu akan ada perubahan yang terjadi.

“Jangan sampai kita mengikut arus dan propaganda dari luar. Mari kita pertahankan suasana kondusif yang ada ini,” imbaunya.(advertorial/hms5/bnc)