Banyak Anak Banyak Rezeki, Sudah Tak Relevan Lagi

 

TANJUNG REDEB – Sebagian masyarakat mungkin bertanya-tanya, apa alasan pemerintah menjalankan program pengendalian penduduk. Pertanyaan ini dijawab oleh Wakil Bupati Berau, Agus Tantomo saat membuka sosialisasi pengendalian penduduk yang diselenggarakan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Selasa (12/12/2017).

Wabup Agus Tantomo mengatakan, jumlah penduduk berpengaruh terhadap kualitas hidup masyarakat, termasuk kesejahteraan, kesehatan, pendidikan dan sebagainya. Ia mencontohkan, sebuah keluarga memiliki tiga orang anak, dengan penghasilan Rp20 juta per bulan. Berdasarkan contoh kasus seperti itu, jumlah pendapatan dan jumlah anggota keluarga, menurutnya seimbang.

“Sehingga orang tua tetap bisa memberikan makanan yang layak, menyekolahkan anak dan sebagainya,” jelasnya.

Bisa dibayangkan, jika sebuah keluarga memiliki anak lebih dari tiga, sementara penghasilannya rendah, bisa jadi masuk dalam kategori miskin.

“Semakin kecil (anggota) keluarga, semakin tinggi kualitas hidup yang bisa diraih dalam jangka panjang,” imbuhnya.

Karena itu, Wabup Agus Tantomo menegaskan, pemerintah harus melakukan pengendalian penduduk.

“Karena pengendalian penduduk ini berpengaruh terhadap kualitas hidup. Kalau kuantitas (penduduk) tidak sebanding dengan kualitas, maka perlu dikendalikan,” ujarnya.

Menurutnya, program Keluarga Berencana yang telah digulirkan sejak zaman orde baru, sudah cukup berhasil. Namun untuk mencegah ledakan penduduk, pemerintah harus tetap menjalankan program pengendalian penduduk.

“Program pengendalian penduduk ini sudah sangat berhasil, sekarang sudah hampir tidak ada lagi keluarga yang memiliki anak sampai lima lebih, karena paradigma ‘banyak anak, banyak rezeki’ sudah tidak berlaku lagi,” tegasnya.

Terlebih lagi, saat kondisi ekonomi tengah sulit seperti sekarang, pengendalian penduduk menjadi bagian tak terpisahkan dalam upaya pengentasan kemiskinan. Kabupaten Berau sendiri dinilai telah berhasil mengurangi angka kemiskinan.

Jumlah penduduk miskin di Kabupaten Berau saat ini terbilang rendah jika dibanding dengan kabupaten/kota lain di Indonesia, dimana jumlah penduduk miskin ‘hanya’ 4 persen dari jumlah penduduk Berau yang mencapai 260 ribu jiwa.

Keberhasilan ini tidak terlepas dari program pengentasan kemiskinan melalui program Kartu Berau Sejahtera (KBS), yang menjadi jaminan sosial bagi masyarakat miskin, untuk mengurangi beban hidup mereka.(advertorial/hms5/bnc)