PMI Berau Sukses Jalankan Program WASH Dukungan Internasional

 

TANJUNG REDEB – Tidak terasa sudah dua tahun Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Berau menjadi salah satu pelaksana Program Air, Sanitasi, dan Promosi Kebersihan (Program WASH) dukungan Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah, Palang Merah Korea, Community Chest of Korea, dan Samsung, yang dijalankan dengan melakukan pembangunan fasilitas air dan sanitasi serta promosi kebersihan di masyarakat maupun di lingkungan sekolah.

Menurut Koordinator Program PMI Berau, Eta Setiawan, di Berau program ini terbagi menjadi 2 desa lagi, yaitu Tumbit Melayu, Kecamatan Teluk Bayur, dan Kampung Sukan Tengah, Kecamatan Sambaliung. Kedua desa tersebut merupakan desa yang semi urban atau yang tidak terlalu jauh dari perkotaan, tetapi memang membutuhkan fasilitas air bersih dan sanitasi yang memadai, juga masih kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan diri dan lingkungan.

Dalam program ini, PMI membuatkan fasilitas fisik seperti fasilitas air, sanitasi dan tempat pembuangan sampah yang sifatnya komunal. Fasilitas ini dibangun di tempat-tempat atau fasilitas umum seperti Masjid, Gereja, Balai Pertemuan, Posyandu, dan Sekolah.

“Selain itu, kami juga memberikan pengetahuan tentang kesehatan, kebersihan, siap siaga bencana, pengurangan risiko bencana, dan pelatihan pertolongan pertama kepada masyarakat dan pelajar di desa program tersebut,” ujarnya, Sabtu (02/12/2017) lalu.

Lebih lanjut, Eta mengatakan, seluruh pekerjaan fisik dilakukan oleh perwakilan masyarakat yang bertindak sebagai relawan desa, mulai dari perencanaan hingga pengerjaannya. Sementara untuk kegiatan promosi kebersihan berupa penyuluhan massal, siaran radio maupun rumah ke rumah, dilakukan oleh relawan-relawan PMI yang sudah terlatih.

“Program ini dilakukan oleh dan untuk masyarakat. Yang kami harapkan dapat merubah perilaku hidup bersih dan sehat di masyarakat,” paparnya.

Terpisah, Ketua PMI Berau, Said Amri didampingi Sekretaris PMI Hatta Basrie mengatakan, program ini telah memasuki tahun ke-3 yang merupakan tahun terakhir program sejak dijalankan pertama kali pada awal 2015. Pihaknya berharap di akhir program ini nantinya, fasilitas yang telah dibangun dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat khususnya di desa program, terutama dalam pengelolaan dan perawatannya.

“Nanti kami akan berikan pelatihan-pelatihan khusus terkait hal tersebut sehingga memudahkan relawan-relawan desa mengelola fasilitas yang diserahkan kepada masyarakat,” jelas Said.

"Dan tidak lupa kami berterimakasih kepada pihak pendonor dan pemerintahan kampung hingga kecamatan yang tidak henti-hentinya mendukung kami, sehingga program ini dapat dijalankan dengan baik dan lancar," tandasnya.(advertorial/hms5/bnc)