Sarjana Harus Bisa Ciptakan Peluang Kerja, Jangan Berpikir Jadi PNS

 

TANJUNG REDEB – Pengawai Negeri Sipil (PNS) merupakan pekerjaan yang masih menjadi primadona dan selalu dicari masyarakat. Tunjangan dan gaji yang lumayan dan bersifat pasti, menjadi pertimbangan utama masyarakat menjadikan PNS pilihan utama. Namun, pola pikir masyarakat ini harus diubah.

Hal tersebut disampaikan Bupati Berau Muharram saat menghadiri wisuda ke-3 Ahli Muda Program Studi di Luar Domisili (PDD) Politeknik Negeri Jember Akademi Komunitas Negeri (AKN) Berau, Sabtu (09/12/2017) di Hotel Bumi Segah.

Dihadapan puluhan wisudawan dan mahasiswa, Bupati Muharram menyampaikan, tingginya minat para pencari kerja menjadi PNS harus mulai diubah. Menurutnya, masih banyak peluang kerja lainnya yang lebih menjanjikan untuk meningkatkan perekonomian. Bahkan, para pencari kerja khususnya wisudwan, harus dapat menciptakan peluang kerja sendiri sesuai dengan bidang dan kemampuan masing-masing.

“Kita jangan terlalu berharap usai lulus kuliah langsung berpikir untuk menjadi pegawai,” ujarnya.

Menurutnya, peluang-peluang kerja di Bumi Batiwakkal masih sangat banyak dan beragam, tinggal bagaimana kemauan dalam mengolahnya. Hal ini terlihat dengan peluang besar yang ditawarkan beberapa sektor potensial yang dimiliki, seperti pertanian, perikanan, pariwisata dan perkebunan. Tingginya peluang di setiap sektor ini, diharapkan Bupati Muharram dapat menjadi modal besar bagi para pencari kerja untuk dimanfaatkan.

“Kalau kita bergerak di bidang perkebunan, bagaimana caranya agar menciptakan teknologi baru dalam mengolah sektor ini. Begitu juga dengan sektor lainnya, harus ada peluang-peluang yang bisa kita ciptakan sebagai mata pencaharian. Apalagi lulusan dari AKN ini, yang mengajakarkan 70 perse praktik. Tentu sarjana-sarjana muda yang di wisuda saat ini telah memiliki bekal dan siap untuk berjuang dalam dunia kerja,” jelasnya.

Bupati Muharram juga mengingatkan kepada para mahasiswa yang ada di Kabupaten Berau, agar terus meningkatkan kompetensi dan keahlian dalam bidangnya masing-masing. Apalagi saat ini tingkat persaingan semakin tinggi dengan pemberlakukan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Melalui penguatan yang dilakukan sesuai dengan bidang yang ada, maka diyakini dapat meningkatkan persaingan dengan SDM dari luar.

“Kita tetap fokus saja dengan keahlian kita dan terus mengasah kemampuan di bidang itu. Bahkan harus dapat menciptakan peluang kerja bagi masyarakat lainnya,” tegasnya.

Perguruan Tinggi (PT) juga diingatkan agar fokus dalam peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dihasilkan. Pasalnya, saat ini tolak ukur dari perguruan tinggi tidak lagi jumlah lulusan dan nilai akademik saja, tapi lebih menjurus pada serapan tenaga kerja.

"Sejauh mana PT itu mengeluarkan orang yang inovatif dan tidak mengangur serta menciptakan peluang kerja, maka disebut telah sukses," pungkasnya.(advertorial/hms5/bnc)