RSUD Abdul Rivai Selesai Jalani Survei Akreditasi

 

TANJUNG REDEB – RSUD Abdul Rivai telah selesai menjalani survei akreditasi rumah sakit versi 2012 yang dilakukan oleh lembaga independen, Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS). Kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari itu, mulai tanggal 6 hingga 8 Desember 2017, menilai peningkatan mutu dan keselamatan pasien yang telah dijalankan manajemen rumah sakit plat merah tersebut.

Item yang masuk dalam penilaian, diantaranya kelompok manajemen, medis dan keperawatan. Dalam hal ini, tim surveior ingin melihat pelayanan baku mutu yang telah dijalankan pihak rumah sakit sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

"Ada 15 kelompok kerja yang dibagi dalam tiga 3 kelompok besar, yaitu kelompok manajemen, medis dan keperawatan. Dalam hal ini penilaian dilakukan terhadap 135 standar dan 1237 elemen," ujar Direktur RSUD Abdul Rivai, Nurmin Baso usai pelaksanaan survei, Jumat (08/12/2017).

Nurmin menjelaskan, usai melakukan survei, selanjutnya tim surveior dari KARS akan melakukan evaluasi, dan hasilnya disampaikan kepada manajemen rumah sakit untuk ditindaklanjuti.

"Kemungkinan dalam satu bulan akan ada hasilnya apakah kita lulus atau tidak. Dalam akreditasi ini ada beberapa tingkatan, dasar, pratama, madya, utama dan paripurna. Jadi kita lihat lulus di tingkat yang mana, nanti mereka sampaikan rekomendasi yang perlu menjadi perhatiaan kita. Setahun kemudian tim akan datang kembali melihat apakah rekomendasi ini sudah ditindaklanjuti, kemudian tahun kedua hingga tahun ketiga. Karena masa berlaku sertifikat akreditasi ini selama 3 tahun," ujarnya.

Selain menjadi evaluasi terhadap pelayanan baku mutu rumah, penilaian akreditasi rumah sakit, juga menjadi syarat utama dalam memperpanjang ijin operasional rumah sakit.

"Jadi kalau syarat akreditas ini tidak terpenuhi, maka rumah sakit bisa ditutup," tegasnya.

 

Sementara Wakil Bupati Agus Tantomo menyampaikan, survei akreditasi rumah sakit ini merupakan rutinitas yang dilakukan terhadap pelayanan yang diberikan manajemen rumah sakit. Dari hasil wawancara yang dilakukan tim surveior terhadap manajemen rumah sakit, diketahui jika ada kemajuan yang telah dicapai.

"Secara umum diakui baik 2012, bahkan ada peningkatan luar biasa setelah mereka datang ke sini 2012 lalu. Seperti pelayanan yang semakin membaik dengan adanya jam besuk, kemudian penanganan lingkungan dan sampah," katanya.

Wabup juga mengakui masih ada beberapa kekurangan yang harus dibenahi rumah sakit, seperti laundry yang selama dijalankan. Lantaran laundry tersebut tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan.

"Yang dipakai sekarang ini hanya standar keluarga saja, sementara sesuai dengan standar kesehatan harus ada pemati bakterinya. Pemerintah daerah akan berupaya dalam mengatasi hal ini. Tim juga tadi bertanya mengenai pelayanan yang dilakukan terhadap masyarakat miskin. Kalau kita di Berau kan sudah ada Kartu Berau Sejahtera (KBS), yang didalamnya ada fasilitas gratis untuk orang miskin," pungkasnya.(advertorial/hms5/bnc)