Kurangi Blank Spot Area, Berau Bakal Dapat Tambahan 11 BTS

 

TANJUNG REDEB – Beberapa wilayah di Kabupaten Berau masih mengalami blank spot area atau tidak terjangkau sinyal, khususnya yang berada di daerah pedalaman. Pemerintah Kabupaten Berau pun terus berupaya agar blank spot area ini bisa berkurang dan sinyal telekomunikasi bisa menjangkau seluruh daerah yang ada di Bumi Batiwakkal.

Bupati Berau Muharram menegaskan, di era kemajuan digital saat ini, masyarakat harus melek teknologi. Dimana seluruh informasi yang diperlukan bisa diperoleh dengan mudah melalui jaringan internet. Selain itu, kemudahan dalam koordinasi antar pemerintah kampung dengan kabupaten pun akan lebih cepat terjangkau.

Terbaru, dalam memaksimalkan teknologi ini, Pemerintah Kabupaten Berau melalui Program Sigap telah membagikan sebanyak 1.200 handphone kepada aparatur kampung. Upaya ini merupakan langkah pemerintah daerah dalam mengembangkan jaringan informasi hingga ke kampung-kampung.

"Jadi informasi ini bisa cepat diterima kalau ada permasalahan yang terjadi dan tidak bisa dijangkau pemerintah di kabupaten atau kecamatan. Tindaklanjut dari persolan ini pun akan cepat dilakukan. Inilah gunanya teknologi yang sekarang cukup maju. Tapi hal ini pun harus didukung dengan jaringan yang bagus dan lancar," katanya.

BACA JUGA : Sigap Sejahtera Ubah Kampung Jadi Luar Biasa

Mendukung program tersebut, Pemerintah Kabupaten Berau pun terus berupaya dalam mengurangi area blank spot. Sehingga, teknologi yang saat ini maju bisa dirasakan oleh masyarakat yang berada di pedalaman.

Salah satu upaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), dengan mengajukan pembangunan Base Transceiver Station (BTS) ke pemerintah pusat. Dan hal tersebut pun sudah disetujui. Pada tahun 2018 mendatang, Berau mendapat bantuan pembangunan BTS sebanyak 11 titik, yang tersebar di Kecamatan Segah, Kecamatan Kelay, Kecamatan Biduk-Biduk dan Talisayan.

Dijelaskan Kepala Diskominfo Berau, Susila Harjaka, dibangunnya BTS ini, bakal mengurangi wilayah yang belum terjangkau jaringan, terutama di wilayah pedalaman.

"Sebelumnya kita juga telah bekerja sama dengan swasta untuk pembangunan tower mini, dan ini ada bantuan kembali dari pemerintah pusat," katanya.

BACA JUGA : Mini Tower Akan Jadikan Berau sebagai Smart City

Dari data yang dihimpun Diskominfo di lapangan, sebanyak 37 titik yang saat ini masuk dalam blank spot area. Susila Harjaka menjelaskan, pemerintah daerah berupaya menguraNgi satu per satu titik-titik ini, hingga akhirnya seluruh daerah bisa terjangkau jaringan.

“Pertama 11 dulu yang kita kurangi, dan ke depan akan kita ajukan lagi untuk membangun sisanya. Dan hal ini sudah disetujui lewat APBN di 2018," katanya.

BTS ini dijelaskannya, yang sudah siap digunakan, Pemkab Berau hanya diminta untuk menyediakan lahan untuk mendirikan tower atau antena. Ia pun berharap agar pemerintah kampung bisa bekerja sama dalam menyediakan lahan yang akan digunakan nantinya dalam pembangunan BTS ini.

“Karena kalau melalui proses pembebasan lahan akan membutuhkan banyak waktu dan biaya. Kalau hibah, bisa langsung dibangun,” tandasnya.(advertorial/hms5/bnc)