Partisipasi Pemilih Ditarget 77 Persen, Peran Aktif Masyarakat Diperlukan

 

TANJUNG REDEB – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Berau, menggelar sosialisasi untuk mendukung pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim tahun 2018, di Hotel Derawan Indah, Selasa (05/12/2017).

Sosialisasi yang dibuka Wakil Bupati Berau, Agus Tantomo, dihadiri Ketua DPRD Berau, Syarifatul Sya’diah, serta ratusan peserta dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Organisasi Kemasyarakatan (Ormas), Paguyuban serta Tokoh Masyarakat Kabupaten Berau.

Dalam sambutannya Wabup Agus Tantomo mengungkapkan, pelaksanaan pemilihan Gubernur Kalimantan Timur, bukan kali pertama digelar, melainkan sudah yang ketiga kalinya dilaksanakan. Dengan demikian pelaksanaan pilgub ini bukan menjadi hal yang luar biasa lagi, sehingganya pihak penyelenggara pemilu diharapkan mampu bekerja secara profesional dan sesuai dengan tupoksinya.

“Saya berharap penyelanggar pemilu dapat menjalankan amanah undang-undang dalam proses penyelenggaraan Pilgub mendatang. Jangan sampai terjadi ketimpangan di dalam tubuh KPU yang nantinya dapat menyebabkan independesi KPU sebagai penyelenggara pilkada runtuh,” jelasnya.

Wabup Agus Tantomo juga mengatakan, kesuksesan pelaksanaan Pilkada tak cukup jika diserahkan kepada penyelenggara semata, namun perlu juga peran aktif masyarakat seperti tokoh agama, tokoh masyarakat, ormas serta berbagai elemen masyarakat lainnya, juga diperlukan guna mensukseskan tahapan pelaksanaan pilkada mendatang.

"Artinya kalau masyarakat antusias mengikuti pemilu dan persentase kepesertaan masyarakat dalam menggunakan hak suaranya tinggi, maka pelaksanaan pemilu semakin baik dan berkualitas," katanya.

Sementara itu, Sekretaris Kesbangpol Kaltim, Deny Sutrisno, yang menjadi salah satu narasumber mengatakan, kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari partisipasi Pemerintah Daerah dalam memfasilitasi pihak penyelanggara Pemilu dalam mensosialisasikan pelaksanaan tahapan pemilukada tahun 2018 kepada masyarakat.

“Memang kita sadari sosialisasi ini bukan satu-satunya cara untuk meningkatkan partisipiasi pemilih karena masih banyak cara lain. Namun salah satunya melalui sosialisasi yang menyangkut pasangan calon serta program, merupakan bagian dari upaya meningkatkan partisipasi pemilih pada pilkada 2018 mendatang,” tuturnya.

Perlunya peningkatan partisipasi pemilu tahun 2018 sangat berpengaruh bagi pemerintah daerah sebagai bentuk kesuksesan proses demokrasi, dimana pada Pilgub 2013, jumlah partisipasi masyarakat dalam menyalurkan hak suararnya hanya mencapai 55,81 persen, sementara pada Pileg 2014 hanya 62,63 persen dan Pilkada serentak tahun 2015 sendiri jumlah pertisipasi pemilih menurun menjadi 57,8 persen.

“Pilkada tahun 2018 target partisipsi pemilih yang dibebankan kepada penyelenggara pemilu mencapai 77 persen. Melihat kondisi terakhir pilkada tahun 2015 yang cukup rendah, tentu ini akan menjadi pekerjaan rumah bersama dalam meningkatkan partisipasi pemilih. Oleh sebab itu, kegiatan ini dilaksankan, agar semua elemen masyarakat dapat menjadi ujung tombak peningkatan pemilih sesuai target pemerintah,” tandasnya.(advertorial/hms17/bnc).