Maulid Nabi Muhammad SAW, Momentum Memperkokoh Ukhuwah Islamiyah

 

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau menggelar Tablik Akbar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Agung Baitul Hikmah, Selasa (05/12/2017). Peringatan Maulid bersama seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat Bumi Batiwakkal ini menghadirkan KH. Harun Nurrasyid Lc, dari Kota Bontang. Bupati Berau, Muharram, Wakil Bupati, Agus Tantomo serta Ketua DPRD Berau, Syarifatul Sya’diah berbaur bersama ASN dan masyarakat, mengikuti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Bupati Muharram dalam kesempatan itu menyampaikan, momentum peringatan Maulid semakin meningkatkan raca cinta umat muslim kepada Nabi Muhammad SAW. Makna peringatan ini semaksimal mungkin mencontoh akhlakul karimah dari Rasulullah SAW, mulai dari sisi sebagai negarawan, sebagai panglima perang, sebagai seorang pedagang, sebagai seorang suami, seorang ayah, sahabat dan banyak lagi contoh-contoh dalam segala aspek kehidupannya untuk diteladani.

Bupati Muharram juga berpesan, melalui momentum ini juga menjadi evaluasi dalam kehidupan, apakah telah menunaikan segala kewajiban ibadah dengan sebaik-baiknya seperti apa yang diajarkan Nabi Muhammad SAW.

“Dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini semoga kita bisa mendapatkan hikmah dan manfaatkan, dan pada akhirnya kita mendapat keselamatan di dunia dan di akhirat,” imbuhnya.

KH. Harun Nurrasyid dalam ceramahnya menyampaikan, maulid ini diperingati sebagai bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Peringatan maulid sangat dicintai dan disenangi di dalam Islam, karena ini semakin mendekatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW. Nabi Muhammad SAW adalah orang yang paling cepat dalam melakukan perubahan dan salah satu rahasia keberhasilan Rasulullah SAW dalam melakukan perubahan perbaikan di dalam masyarakat adalah ukhuwah Islamiyah.

“Karena Rasulullah SAW berhasil membangun persatuan yang kokoh dikalangan umat Islam,” ungkapnya.

Ukhuwah adalah salah satu dari tiga pilar utama kekuatan Islam. Dimana pilar utama adalah Iman, dimana Islam akan kuat kalau iman para umatnya kuat. Kekuatan iman adalah keyakinan yang lurus, kekuatan iman adalah dengan ibadah dengan selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan selalu menjaga salat. Kekuatan iman adalah akhlakul karimah, dimana beribadah harus juga memiliki akhlak mulia.

“Pilar kedua dalam pilar utama Islam adalah ukhuwah dan yang ketiga adalah dakwah,” ungkapnya.

Memperbaiki diri dengan ikatan ukhuwah yang kokoh. Bersatu untuk mengajak kepada keselamatan dunia dan akhirat. Disampaikan KH Harun Nurrasyid, itulah mengapa ukhuwah itu penting. Memperkokoh persaudaraan sangat penting dan Allah SWT mewajibkan persaudaraan dan melarang perpecahan. Karena perpecahan akan mendatangkan kehancuran.

“Sedangkan persaudaraan akan mendatangkan kekuatan,” tandasnya.(advertorial/hms4/bnc).